Ilustrasi BBM. Foto : Panca S.
Ilustrasi BBM. Foto : Panca S.

Indonesia Takkan Lagi Impor BBM di 2026

Ekonomi impor Kementerian ESDM harga bbm
Suci Sedya Utami • 16 November 2020 18:59
Jakarta: Pemerintah mendorong peningkatan produksi bahan bakar minyak (BBM) dari kilang dalam negeri. Dengan adanya peningkatan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan BBM dalam negeri tidak lagi akan bergantung dari impor.
 
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan saat ini permintaan BBM memang lebih besar dari poduksi BBM di kilang nasional. Sehingga untuk menutupi kebutuhan atau permintaan tersebut, terpaksa harus dipasok dari impor. Ia bilang ke depannya produksi didorong agar meningkat.
 
"Sehingga di 2026, diharapkan bisa sama antara demand dan produksi BBM. Jadi akan secara konsisten kurangi impor BBM," kata Tutuka dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 16 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi BBM pada 2021-2023 masih dalam kisaran 44-47 juta KL. Produksi ini akan meningkat menjadi 57,46 juta di 2023 hingga 2025. Produksi akan kembali meningkat mulai 2026 menjadi 84,27 juta KL hingga 2030.
 
Tutuka mengatakan peningkatan produksi BBM ditopang oleh beroperasinya proyek peningkatan kapasitas (upgrading) Kilang Balongan di 2022 dan Kilang Balikpapan di 2023. Serta 2026, tambahan kapasitas produksi BBM berasal dari Proyek Upgrading Kilang Cilacap dan Proyek Kilang Baru Tuban.
 
Adapun pemanfataan bahan bakar nabati (BBN) sebagai campuran BBM akan membantu penurunan impor. Tutuka mengatakan pemanfaatan BBN di dalam negeri diproyeksikan meningkat dari 8,43 juta KL di 2020 menjadi 10,5 juta KL di 2023. Agka pemanfaatan BBN akan makin meningkat menjadi 12,8 juta KL di 2025 dan menjadi 13,1 juta-13,7 juta KL pada 2027-2029. Serta makin melejit mencapai 16,1 juta KL pada 2030. Pemanfaatan BBN bakal menutup selisih produksi dan kebutuhan BBM mulai dari 2026 hingga 2030.
 
Adapun asumsi konsumsi BBM naik sebesar 3,16 persen per tahunnya. Kebutuhan BBM nasional diperkirakan akan naik dari sebesar 69,72 juta KL pada tahun ini, di kisaran 72-77 juta KL pada 2021-2022, tembus di level 80-87 juta KL pada 2024-2027, dan mencapai 90-96 juta KL pada 2028-2030.
 
Sementara impor BBM diproyeksi bakal naik dari 16,76 juta kiloliter (KL) di 2020 menjadi 18,43 juta KL di 2021. Selanjutnya, impor akan turun menjadi 16,65 juta KL pada 2022 dan terpangkas menjadi 9,34 juta KL pada 2023. Namun, impor BBM kembali meningkat menjadi 10,45 juta KL pada 2024 dan mencapai 12,67 juta KL pada 2025.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif