Peralatan Medis. Foto : Medcom.
Peralatan Medis. Foto : Medcom.

Investor Bandung Tertarik Investasi Kelola Limbah Medis Pekanbaru

Ekonomi investor pengolahan limbah
Antara • 13 Oktober 2020 16:07
Pekanbaru: Sebuah perusahaan asal Bandung yakni PT EMGIE Global Energi tertarik berinvestasi untuk membangun incinerator untuk mengelola limbah medis di Kota Pekanbaru, dengan menggunakan teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik.
 
"Jika kerja sama ini terwujud maka PT EMGIE Global Energi, itu akan menjadi satu-satunya industri pengelolaan limbah medis di Sumatra, yang menggunakan incinerator," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Menurut dia, dalam prakteknya untuk mengelola limbah medis tersebut tentunya perusahaan asal Bandung ini juga akan menggandeng perusahaan lokal Kota Pekanbaru yakni PT Azka Hijau Inti Perkasa atau Azkagrup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain membangun incinerator, kata Firdaus, maka alat penunjangnya juga akan disediakan oleh PT EMGIE Global Energi dan kedua perusahaan ini, nantinya juga akan menggandeng Asosiasi Pengelola Limbah Indonesia (APLI) Riau dalam mengelola limbah medis tersebut.
 
"Keberadaan mereka patut didukung apalagi adanya sinergitas perusahaan luar Pekanbaru menggandeng perusahaan lokal untuk mengelola limbah medis, yang diyakini akan ada pertukaran ilmu dan teknologi untuk percepatan pembangunan Kota Pekanbaru disebut Kota Madani dan Smart City ini.
 
Ia meyakini kegiatan ini akan berjalan dengan baik apalagi perusahaan dari Bandung ini sudah memiliki pengalaman pengelolaan sampah di Kota Tangerang dan mereka pun berjanji akan membantu Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memenuhi kebutuhan penerangan jalan.
 
Ia menyebutkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2019, limbah medis kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Pekanbaru mencapai 505 ton per tahun itu pun hanya dari rumah sakit dan Puskesmas. Artinya belum termasuk limbah dari klinik pusat pengobatan dan laboratorium.
 
Produksi limbah medis terbanyak berasal dari rumah sakit yang mencapai sebanyak 502 ton lebih per tahun dan jika dikalkulasikan setiap bulan limbah B3 dari rumah sakit itu bisa mencapai 42 ton setiap bulan atau sebanyak 2 ton setiap hari.
 
"Dengan potensi produksi limbah medis tersebut, Pekanbaru optimistis dua perusahaan ini bisa memanfaatkannya dan mengambil peran untuk mempercepat pembangunan Kota Pekanbaru dalam memenuhi tuntutan sebagai Kota Madani dan Smart City itu," katanya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif