Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

RNI: Komoditas Gula Punya Nilai Strategis bagi Ketahanan Pangan

Ekonomi Gula Ketahanan Pangan rni
Antara • 18 November 2021 07:57
Jakarta: PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, sebagai calon induk Holding BUMN Pangan, mengungkapkan komoditas gula memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan. Karena berperan besar maka perlu ada upaya bersama untuk penguatan komoditas tersebut.
 
"Komoditas gula merupakan salah satu yang bernilai strategis bagi ketahanan pangan. Karenanya perlu berkolaborasi seluruh pihak mulai dari pemerintah hingga ke pelaku industri gula untuk diskusi bersama untuk pembenahan industri gula nasional," ujar Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi, dilansir dari Antara, Kamis, 18 November 2021.
 
Arief menambahkan, kegiatan National Sugar Summit atau NSS 2021 merupakan salah satu wujud dari upaya transformasi ekosistem pangan sebagaimana arahan Menteri BUMN Erick Thohir. “Pada kegiatan NSS 2021 ini rencananya akan dihadiri Menteri BUMN dan Beberapa Menteri terkait untuk diskusi bersama," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


National Sugar Summit (NSS) 2021 akan diselenggarakan pada 1 dan 2 Desember 2021 mendatang, setelah beberapa tahun sejak 2017 sukses dilaksanakan.
 
Perhelatan NSS merupakan kegiatan rutin tahunan konferensi industri gula terbesar di Indonesia berskala Internasional dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah sebagai pemegang kebijakan, produsen gula, petani, peneliti, investor, pemerhati, praktisi gula dari seluruh penjuru Indonesia.
 
Perhelatan NSS 2021 diselenggarakan oleh Asosiasi Gula Indonesia (AGI) dan Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI), dan 2021 ini PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berkesempatan menjadi tuan rumah dengan tema "Bridging The Great Challenges between Consumers and Industry in Pursuing Sugar Self Sufficiency, is it possible?"
 
Direktur Eksekutif AGI Budi Hidayat menambahkan kegiatan NSS 2021 akan mengulas mengenai berbagai upaya transformasi industri gula melibatkan beberapa kementerian terkait di antaranya kebijakan terkait pergulaan nasional bersama Kemenko Perekonomian RI, dan pembahasan mengenai kebijakan dalam ekstensifikasi perkebunan tebu.
 
"Dalam rangka mempercepat swasembada gula nasional yang diagendakan dibahas bersama Kementerian Pertanian, dan pembahasan mengenai arah kebijakan untuk memantapkan daya saing industri gula nasional bersama Kementerian Perindustrian RI," jelasnya.
 
NSS 2021 juga mengulas mengenai arah kebijakan di bidang tata niaga gula bersama Kementerian Perdagangan, dan khususnya kebijakan Badan Pangan Nasional (BPN) sebagai lembaga baru yang sesuai PP Nomor 66 Tahun 2021 menangani beberapa komoditas pangan salah satunya gula konsumsi.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif