Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: Kementerian BUMN

Sumbang Rp2,7 Triliun dari Blok Rokan, Erick Thohir Lempar Pujian untuk Kinerja PHR

Nia Deviyana • 12 November 2021 10:27
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam mengelola Blok Rokan karena dalam dua bulan mampu menyumbang penerimaan negara sebesar Rp2,7 triliun. Hal itu bukti kemampuan perusahaan BUMN mengelola sendiri sumber minyak, tidak tergantung operator asing, dan bisa bekerja efisien.
 
"Saya mengapresiasi kemampuan Pertamina Hulu Rokan menjawab tantangan dalam mengelola ladang minyak terbesar di Indonesia itu. Selain menjaga keberhasilan WK Rokan sebagai salah satu penghasil utama minyak nasional, PHR juga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional, berupa manfaat secara langsung bagi negara dan daerah," ujar Erick melalui keterangan tertulis, Jumat, 12 November 2021.
 
Sejak 9 Agustus, Blok Rokan yang telah dikelola selama 97 tahun oleh PT Chevron Pacific Indonesia diambil alih pengelolaannya oleh PT PHR. Dalam dua bulan mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan, PHR menyetor ke negara sebesar Rp2,1 triliun dan pembayaran pajak sekitar Rp607,5 miliar melalui penjualan minyak mentah bagian negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wilayah Kerja Rokan merupakan penghasil utama minyak nasional dengan kontribusi 25 persen. Blok yang ditemukan pada 1941 dan mulai berproduksi pada 1951 ini diproyeksikan dapat memenuhi target nasional produksi minyak mentah satu juta barrel oil per day dan 12 miliar standard cubic feet per day pada 2030.
 
"Saya berharap momentum ini terus ditingkatkan sebab terkait energi bagi bangsa dan negara manfaatnya harus ganda. Selain pemenuhan kebutuhan energi nasional, harus mendukung penciptaan lapangan kerja, peluang bisnis bagi pengusaha lokal, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelas Erick.

Pertamina

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, operasional WK Rokan saat ini didukung lebih dari 25 ribu pekerja, dengan sebagian besar di antaranya merupakan warga lokal Riau. Oleh karena itu, aset strategis nasional ini membutuhkan dukungan maksimal dari seluruh pemangku kepentingan demi kelancaran operasional.
 
"Program kerja terhadap WK Rokan sangat masif dan agresif. Hal itu akan berdampak terbukanya peluang bisnis dan kerja bagi masyarakat lokal, sekaligus meningkatkan nilai investasi di Riau. Kami sudah berdiskusi dan berkoordinasi dengan Pemda Riau terkait potensi tambahan pajak bagi daerah agar kontribusi yang kami berikan semakin nyata," pungkas Nicke.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif