Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

KKP: Ekspor Hasil Perikanan Sulsel di Urutan Ketiga

Ekonomi Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ekspor Ikan
Antara • 02 Desember 2021 10:32
Maros: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis bahwa Makassar, Sulawesi Selatan, menempati urutan ketiga terhadap ekspor hasil perikanan di Indonesia. Ekspor hasil perikanan di Indonesia didominasi oleh Jakarta, kemudian Surabaya, dan ketiga adalah Makassar, Sulawesi Selatan.
 
"Kedepannya kita berharap Sulsel menjadi nomor satu," kata Kepala Pusat Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP Widodo Sumiyanto, dilansir dari Antara, Kamis, 2 Desember 2021.
 
Ia mengatakan pemerintah pusat terus melakukan berbagai koordinasi agar produk ekspor Indonesia bisa menambah jangkauan ke negara lainnya. Hingga saat ini, komoditi perikanan Indonesia telah menjangkau 158 negara di dunia dengan jenis komoditi ekspor terbanyak yakni udang, kemudian ikan tuna (cakalang) dan cumi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hampir seluruh negara sudah mengkonsumsi hasil laut Indonesia. Udang paling banyak diekspor, lalu tuna dan sejenis cumi. Untuk volume rumput laut berada di nomor lima," kata Widodo.
 
Dia menyatakan terjadi pergeseran permintaan terhadap ekspor komoditi perikanan pada tiga tahun terakhir. Pada 2019, permintaan terbanyak 33,2 persen ke Amerika lalu Tiongkok 27 persen. Sedangkan tahun berikutnya, permintaan daerah Asia lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika.
 
Selain itu, penerbangan langsung ekspor ke negara tujuan dari Sulsel dipastikan akan menumbuhkembangkan ekonomi perikanan di wilayah Sulawesi Selatan. Widodo menjelaskan dua manfaat utama penerbangan langsung yang diperoleh, yakni menjaga dan mempertahankan kualitas komoditas perikanan karena waktu tempuh yang lebih singkat.

Memangkas waktu tempuh

Hal itu bisa memangkas waktu tempuh ke tujuan hingga delapan jam termasuk efisiensi biaya operasional karena dapat memangkas biaya operasional Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
 
"Kami ingin terus berpartisipasi agar ekspor Sulsel tidak hanya ke Singapura tapi kemanapun pesawat pergi berisi produk ekspor. Jadi pengiriman lewat penerbangan langsung bisa kontinyu, bukan hanya tiga ton," urai Widodo.
 
Lebih lanjut, dia menegaskan, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak membedakan antara UMKM dengan eksportir besar. "Kita akan bantu siapa saja untuk supaya bisa melakukan ekspor langsung," pungkas Widodo.
 
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif