Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: dok Kemenparekraf.
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: dok Kemenparekraf.

Bangkitkan Ekonomi, Desa Wisata Jadi Oasis di Tengah Pandemi

Ekonomi Pariwisata desa wisata Sandiaga Uno Kemenparekraf
Insi Nantika Jelita • 31 Juli 2021 10:29
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan akan serius mengembangkan potensi desa wisata, meski di tengah pandemi. Salah satu langkah tersebut ialah lewat Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 sebagai upaya mendorong dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) pascapandemi.
 
"Pemerintah pusat all out mengangkat potensi desa wisata di tengah pandemi. Kami meyakini desa wisata ini game changer dalam kebangkitan Indonesia pascapandemi," ucapnya, dilansir dari Mediaindonesia.com, Sabtu, 31 Juli 2021.
 
Menparekraf menjelaskan, dalam pengembangan desa wisata ini pihaknya akan memberikan pendampingan. Tujuannya agar para pelaku parekraf dapat meningkatkan kualitasnya, sehingga dapat meningkatkan daya saing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita melihat partisipasi dari 368 peserta (wilayah VII). Mudah-mudahan Bimtek ini bisa menjadi pembekalan yang baik untuk pengembangan desa wisata selanjutnya," kata Sandiaga.
 
Sementara itu, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi berpendapat, sektor pariwisata akan bisa cepat pulih usai pandemi.
 
"Pariwisata akan cepat tumbuh saat pandemi ini berakhir. Karena itu akan ada mobilisasi masyarakat untuk berkunjung ke desa-desa yang indah di Tanah Air," tuturnya.
 
ADWI 2021 adalah ajang yang memberikan kesempatan untuk desa wisata menampilkan kreativitas dan inovasi yang dimiliki terutama ciri khas desa wisata itu sendiri. Sebelumnya, Kemenparekraf menyebut, ada 1.831 desa wisata yang tergabung dalam ADWI 2021.
 
Jumlah ini melebihi target, yakni 700 peserta dalam ajang tersebut. Ada tujuh kategori penilaian dalam ajang penghargaan ini. Yaitu penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) desa digital, suvenir (kuliner, fesyen, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif; homestay, dan toilet.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif