Ekonomi Digital. Foto: Medcom.id.
Ekonomi Digital. Foto: Medcom.id.

Kolaborasi Dua Arah Dorong Lahirnya Talenta Digital

Arif Wicaksono • 05 November 2026 13:14
Ringkasnya gini..
  • Kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan dalam pengembangan talenta digital Indonesia.
  • Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, Sivali Cloud Technology menjalin kolaborasi dengan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom.
Bandung: Kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan dalam pengembangan talenta digital Indonesia. 
Salah satu bidang yang membutuhkan penguasaan keterampilan khusus adalah komputasi awan (cloud computing) dan teknologi sumber terbuka (open source).
 

Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, Sivali Cloud Technology menjalin kolaborasi dengan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom.  Kerja sama dua arah ini dilakukan untuk memperkenalkan teknologi dan standar industri kepada mahasiswa sejak masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan perjanjian kerja sama oleh Direktur Utama Sivali Cloud Technology Wong Sui Jan dan Dekan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Dr. Muhammad Iqbal di Kampus Universitas Telkom, Bandung, Rabu, 28 Oktober 2026.

Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Taufik Nur Adi turut mendampingi penandatanganan tersebut. Salah satu program yang disiapkan dalam kerja sama ini adalah pengenalan Canonical Academy, yakni program pelatihan dan sertifikasi sistem operasi Ubuntu yang dikelola bersama Canonical Ltd.

Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan mempelajari teknologi berbasis Linux dan ekosistem open source yang banyak digunakan dalam pengembangan infrastruktur teknologi informasi.

Direktur Utama Sivali Cloud Technology Wong Sui Jan mengatakan, penguatan kompetensi digital perlu dilakukan melalui keterlibatan langsung industri dalam proses pendidikan.

"Upaya bersama ini untuk membentuk mahasiswa menjadi talenta muda yang mumpuni dalam percepatan transformasi digital Indonesia. Momentum kerja sama ini juga menjadi istimewa karena bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda," kata Wong.

Sivali Cloud Technology sendiri merupakan distributor resmi Canonical di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara. Sementara itu, Canonical merupakan perusahaan teknologi global yang mengembangkan Ubuntu, sistem operasi berbasis Linux untuk berbagai kebutuhan komputasi.

Wong menjelaskan, pembelajaran teknologi open source tidak cukup hanya mengenalkan mahasiswa pada penggunaan aplikasi. Mereka juga perlu memahami bagaimana sistem operasi dan perangkat lunak bekerja, termasuk penerapannya dalam infrastruktur digital.
Pemahaman tersebut dinilai penting agar lulusan memiliki bekal teknis yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan teknologi.

Kampus dan Industri Berbagi Peran


Dari sisi perguruan tinggi, Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom akan melibatkan mahasiswa, dosen, dan staf akademik dalam berbagai kegiatan kolaborasi. Kampus juga menyediakan fasilitas laboratorium serta perangkat lunak pendukung untuk menunjang proses pembelajaran.

Kerja sama ini mencakup enam bidang kegiatan, yaitu program studi satu semester di kampus mitra, penelitian dan publikasi bersama, dosen tamu, pertukaran pengetahuan, seminar, serta webinar.

Skema tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik industri. Sementara itu, dosen dapat memperluas perspektif akademik melalui keterlibatan praktisi dan penelitian yang berkaitan langsung dengan perkembangan teknologi.
Dekan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Muhammad Iqbal mengatakan, kolaborasi dengan perusahaan teknologi membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal kebutuhan industri sebelum memasuki dunia kerja.

"Bagi mahasiswa, kerja sama ini membuka jalur untuk mengenal teknologi komputasi awan dan sumber terbuka yang digunakan di industri. Pengenalan itu berlangsung di ruang kelas, bukan hanya setelah mereka diterima bekerja," ujar Iqbal.

Menurutnya, keterlibatan praktisi juga dapat memperkaya materi pembelajaran. Penelitian dan publikasi bersama diharapkan menghasilkan kajian yang lebih relevan dengan persoalan yang dihadapi perusahaan.

Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan dengan landasan teori, tetapi juga membantu mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional.

Bagi industri, keterlibatan dalam proses pendidikan juga membuka peluang untuk memperkecil kesenjangan keterampilan atau skills gap. Lulusan yang telah mengenal teknologi dan pola kerja perusahaan sejak bangku kuliah diharapkan dapat beradaptasi lebih cepat ketika memasuki dunia kerja.

Relevan dengan Transformasi Digital Pemerintah


Pengembangan kompetensi teknologi open source juga memiliki keterkaitan dengan arah kebijakan transformasi digital pemerintah Indonesia.

Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya Pasal 35, mengatur bahwa pembangunan dan pengembangan aplikasi SPBE mengutamakan penggunaan kode sumber terbuka.

Selain itu, prinsip netralitas teknologi juga menjadi bagian dari kerangka penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi turut menjadi landasan penting dalam pengembangan ekosistem digital yang memperhatikan keamanan dan perlindungan informasi.

Dalam konteks tersebut, ketersediaan sumber daya manusia yang memahami berbagai teknologi infrastruktur digital menjadi salah satu kebutuhan untuk mendukung implementasi kebijakan pemerintah.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan