Ilustrasi takjil. Foto: MI
Ilustrasi takjil. Foto: MI

Takjil Jadi Ritual Ramadan Anak Muda, Ini Fakta Menariknya

Annisa ayu artanti • 03 Maret 2026 14:10
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 41% anak muda anggap berburu takjil sebagai tradisi Ramadan.
  • Lebih dari setengah responden beli takjil hampir setiap hari.
  • Takjil online jadi peluang bisnis baru bagi pelaku UMKM.
Jakarta: Takjil identik dengan momen berbuka puasa. Secara bahasa, kata ‘takjil’ berasal dari ‘ajila’ dalam bahasa Arab yang berarti menyegerakan berbuka. Namun di Indonesia, maknanya bergeser menjadi aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
 
Kini, makna takjil kembali berkembang. Berdasarkan riset terbaru Populix, aktivitas berburu takjil tak lagi sekadar rutinitas menjelang magrib, melainkan telah menjadi tradisi khas Ramadan, terutama di kalangan generasi muda.

Berburu takjil jadi aktivitas ngabuburit favorit

Research Director Populix, Susan Adi Putra menjelaskan bahwa saat ini fenomena berburu takjil menjadi aktivitas ngabuburit yang paling populer di kalangan Gen Z dan milenial.
 
Bahkan jauh terpaut dengan aktivitas lain seperti scroll media sosial maupun memasak untuk keperluan berbuka. 
 
Baca juga: Jangan Cuma Rebahan! Ini 8 Kegiatan Ngabuburit yang Seru

“Tak hanya itu, 41 persen anak muda menganggap kegiatan berburu takjil bukan sekadar self-reward setelah seharian berpuasa, melainkan menjadi sebuah tradisi khas bulan Ramadan yang tidak tergantikan,” jelas Putra dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.

Temuan ini dipertegas oleh frekuensi berburu takjil yang kini menjadi rutinitas selama bulan puasa. Hal ini dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan, di mana lebih dari setengahnya mengaku membeli takjil hampir setiap hari. Hanya 5 persen responden yang mengaku akan membeli takjil kurang dari seminggu sekali atau tidak sama sekali.

Menu favorit takjil

Ketika ditanya jenis kudapan apa yang paling dicari, minuman manis, seperti es teh, es buah, es campur, masih menjadi pilihan utama, khususnya bagi Gen Z.
 
Sedangkan bagi perempuan dan milenial ada kecenderungan untuk lebih menyukai kue tradisional. Selain itu, menu favorit lainnya adalah gorengan, buah kurma, dessert kekinian, lalu makanan berat seperti nasi, lontong, dan lain sebagainya.
 
“Meskipun mayoritas cenderung membeli takjil secara langsung dari pedagang kaki lima, penjualan secara online juga membuka peluang untuk meraup omzet lebih tinggi. Pasalnya, sekitar sepertiga responden, khususnya perempuan, mengaku membeli takjil melalui aplikasi pesan makanan online maupun via media sosial atau aplikasi pesan instan,” tambah Putra.
 
Survei tentang “Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial” dilakukan pada 18-19 Februari 2025 melalui platform PopSurvey. Penelitian ini dilakukan kepada 1.000 orang milenial dan Gen Z, dengan perbandingan responden laki-laki dan perempuan yang seimbang. Sebanyak 93 persen responden beragama Islam dan berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan