Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: dok Kemendag.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: dok Kemendag.

Surplus Neraca Perdagangan 5 Bulan Beruntun Perkuat Pemulihan Ekonomi

Ekonomi neraca perdagangan indonesia Kementerian Perdagangan Pemulihan Ekonomi Nasional
Ilham wibowo • 19 Oktober 2020 08:03
Jakarta: Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi makin menguat dengan meningkatnya kinerja perdagangan. Neraca perdagangan Indonesia pada September 2020 mengalami surplus sebesar USD2,44 miliar.
 
"Surplus ini merupakan surplus bulanan ketujuh kalinya sepanjang 2020 dan melanjutkan tren surplus lima bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Agus melalui keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Agus memaparkan bahwa peningkatan surplus perdagangan tersebut terutama disebabkan surplus nonmigas menjadi USD2,91 miliar. Komoditas penyumbang tersebut antara lain lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), serta besi dan baja (HS 72).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Negara-negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina menyumbang surplus nonmigas terbesar selama September 2020 yang jumlahnya mencapai USD2,13 miliar," paparnya.
 
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-September 2020 tercatat surplus USD13,51 miliar. Surplus tersebut bahkan telah melampaui surplus neraca perdagangan 2017 mencapai USD11,84 miliar, yang merupakan nilai surplus tertinggi dalam lima tahun terakhir atau periode 2015-2019.
 
Adapun perbaikan kinerja ekspor bulanan Indonesia sejak Juni hingga September 2020 sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian global. Misalnya Singapura sebagai hub perdagangan bagi Indonesia di pasar global yang mengalami grafik kenaikan di triwulan III-2020.
 
Membaiknya perekonomian global juga tercermin pada proyeksi IMF pada World Economic Outlook pada Oktober 2020 yang merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2020 dari sebelumnya minus 4,9 persen menjadi minus 4,4 persen.
 
Faktor yang mendorong mulai membaiknya perekonomian global, antara lain adalah mulai diakhirinya karantina wilayah ataupun diterapkannya lockdown parsial, serta pemulihan ekonomi RRT yang lebih cepat dari ekspektasi sebelumnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif