Ilustrasi KRL. Foto: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi KRL. Foto: dok MI/Ramdani.

KAI Laporkan dan Tuntut Pengemudi Mobil Imbas Kecelakaan Relasi Bogor-Jakarta

Ekonomi kereta api KRL kecelakaan kereta PT KAI
Annisa ayu artanti • 20 April 2022 17:26
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melaporkan dan menuntut pengemudi mobil terhadap kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang KRL relasi Bogor-Jakarta. Akibat kecerobohan pengemudi mobil, menyebabkan gangguan pada perjalanan tersebut.
 
"KAI akan menuntut pengemudi mobil mempertanggungjawabkan tindakannya karena tidak mendahulukan perjalanan kereta api sehingga menyebabkan kerusakan sarana dan gangguan perjalanan," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 April 2022.
 
Ia menjelaskan, KRL KA 1077 (Bogor-Jakarta Kota) tertempel mobil pada perlintasan liar di kilometer 34+4/5 antara Stasiun Citayam-Depok pada pukul 06.47 WIB. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, serta perjalanan KRL sudah kembali normal, sejumlah perjalanan KRL sempat tertahan karena harus bergantian menggunakan satu jalur selama proses evakuasi mobil yang tersangkut. Di sisi lain, sarana KRL tersebut juga mengalami kerusakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menekankan, seluruh pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang. Hal tersebut sesuai UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
 
Pada UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. Kemudian pada  UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 114 menyatakan pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau ada isyarat lain, mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.
 
KAI bersama Direktorat Keselamatan DJKA Kementerian Perhubungan dan kewilayahan setempat telah menutup perlintasan liar tersebut sehingga kejadian serupa tidak akan terulang lagi.
 
"KAI mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat akan melintasi perlintasan sebidang jalan raya dengan jalur kereta api. Pastikan jalur yang akan dilalui sudah aman, tengok kanan dan kiri, serta patuhi rambu-rambu yang ada," tutup Joni.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif