perusahaan Sistem digitalisasi DPCS Pupuk Indonesia. Foto: dok Pupuk Indonesia.
perusahaan Sistem digitalisasi DPCS Pupuk Indonesia. Foto: dok Pupuk Indonesia.

Jelang Lebaran, Sistem Digitalisasi Pupuk Indonesia Grup Pantau Ketersediaan Pupuk

Ekonomi pupuk subsidi pupuk indonesia Lebaran 2022
Husen Miftahudin • 20 April 2022 22:19
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pengawasan penyaluran pupuk subsidi menjelang Lebaran akan berjalan dengan lancar. Pasalnya, perusahaan telah menerapkan sistem digitalisasi yang terintegrasi, salah satunya melalui Distribution Planning & Control System (DPCS).
 
SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menjelaskan, DPCS merupakan sistem yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memonitor kegiatan distribusi, dan memonitor stok pupuk di lapangan agar sesuai dengan ketentuan minimum pemerintah dan meningkatkan akurasi perencanaan distribusi.
 
"DPCS telah diterapkan sejak 2020, sistem digitalisasi ini juga merupakan bentuk transformasi sehingga ketersediaan stok pupuk di semua daerah  lebih baik dan dapat diawasi setiap saat," kata Wijaya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 20 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui sistem ini, dikatakan Wijaya bahwa Pupuk Indonesia dapat mengawasi teknis penyaluran pupuk subsidi secara real time. DPCS dapat mengawasi proses distribusi dari gudang produsen hingga kios-kios resmi. Bahkan DPCS mampu mengetahui jumlah stok saat dalam perjalanan (intransit), baik darat maupun saat di pelabuhan.
 
Selain data stok, DPCS juga menyajikan data penjualan, alokasi pupuk subsidi di setiap daerah, kapasitas gudang, informasi distributor dan pengecer, hingga kontak staf distribusi dan pemasaran di masing-masing wilayah. Sehingga sistem ini dapat memberikan gambaran utuh terkait pendistribusian pupuk subsidi ke berbagai daerah.
 
DPCS juga dilengkapi fitur peringatan dini atau early warning system untuk mendeteksi kondisi stok di daerah yang ditandai dengan indikator warna. Seperti warna hijau yang menggambarkan stok tersedia atau bahkan melebihi ketentuan pemerintah. Warna orange, menandakan stok mendekati batas ketentuan. Hingga warna merah yang berarti stok di bawah ketentuan minimum pemerintah.
 
Sementara SVP Distribusi Pupuk Indonesia Syamsu Alamsah mengungkapkan Pupuk Indonesia telah mengantisipasi kondisi lalu lintas menjelang Lebaran dengan melakukan distribusi ke daerah lebih awal.
 
"Kita juga mengantisipasi pendistribusian via darat dengan mengirimkan pupuk lebih awal, bahkan yang dikirim dengan kereta api. Sehingga untuk pasokan jelang Lebaran alhamdulillah tidak ada hambatan atau bisa dibilang aman," tuturnya.
 
Adapun angka stok pupuk subsidi per 20 April 2022 sebanyak 805.157 ton, terdiri dari Urea 355.409 ton, NPK 242.247 ton, Organik 72.615 ton, SP-36 55.758 ton, ZA 79.128 ton.
 
Syamsu juga menambahkan, selain DPCS ada beberapa sistem digitalisasi yang diterapkan perusahaan dalam menjamin pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi seperti Petroport yang mendigitalisasi pendistribusian via pelabuhan.
 
"Sistem ini memiliki fungsi pengawasan, pencatatan dan pelaporan, serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems), sehingga dapat menghilangkan potensi demurrage atau denda akibat keterlambatan proses bongkar muat," tutup dia.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif