Ilustrasi para pencari kerja - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi para pencari kerja - - Foto: MI/ Ramdani

Angka Pengangguran Turun, Kebijakan Pemerintah Diklaim Sudah On Track

Eko Nordiansyah • 16 Mei 2022 15:29
Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan angka pengangguran yang terus menurun menandakan kebijakan yang diambil pemerintah selama dua tahun terakhir sudah baik. Artinya respon kebijakan akibat pandemi covid-19 berjalan sesuai dengan harapan.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 8,40 juta orang atau turun 0,35 juta orang pada Februari 2022. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2022 sebesar 5,83 persen, turun sebesar 0,43 persen poin dibandingkan dengan Februari 2021.
 
"Di 2021 pengangguran sudah menurun, kemudian 2022 kembali menurun lagi. Ini menunjukkan arah kebijakan kita sudah on the right track," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Senin, 16 Mei 2022.
 
Di sisi lain, realisasi dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan April 2022 sudah berjalan dengan baik, terutama dalam konteks penanganan kesehatan. Selain itu, pemberian berbagai bantuan sosial juga telah memberikan dampak positif untuk mengurangi angka pengangguran.
 
"Perlindungan masyarakat juga sudah berjalan sesuai dengan jadwal, seperti penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Kartu Prakerja menjadi bagian alasan hasil perekonomian yang terus membaik," ungkapnya.
 
Ia menambahkan, tingkat pengangguran yang menurun diimbangi dengan tingkat kemiskinan yang juga terus menurun, bahkan hingga ke tingkat ketimpangan yang terus membaik. Harapannya, pemerintah dapat merancang kebijakan-kebijakan untuk menghadapi tantangan yang berbeda. 
 
"2022 kita tetap optimistis walaupun dihadapkan pada challenge yang berbeda dalam jangka menengah," lanjut dia.
 
Pada 2022 hingga 2026, reformasi akan terus dilakukan dari sisi struktural, terutama dalam kemudahan berusaha, juga dengan menaikkan daya saing hilirisasi dan mendorong industrialisasi lebih kuat lagi. Selain itu, reform juga akan dilakukan dari sektor ekonomi digital, ekonomi hijau, serta sektor keuangan.
 
"Dengan begitu, diharapkan produktivitas akan meningkat sehingga skenario pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah ini menjadi cukup menjanjikan bagi perekonomian," pungkasnya.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif