Ilustrasi Waskita Beton Precast - - Foto: dok Waskita.
Ilustrasi Waskita Beton Precast - - Foto: dok Waskita.

Pascarestrukturisasi Keuangan, WSBP Pede Kinerja Operasional Segera Pulih

Ekonomi BUMN waskita karya waskita beton precast Daya Saing PKPU Restrukturisasi BUMN Ibu Kota Negara (IKN) Digitalisasi
Husen Miftahudin • 08 Mei 2022 14:57
Jakarta: PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) saat ini tengah melakukan restatement atas laporan keuangan perusahaan periode sebelumnya. Hal ini dilakukan lantaran pada proses penyusunan laporan keuangan 2021, bersamaan dengan proses PKPU dan penyusunan proposal perdamaian, baik perusahaan maupun kreditur memerlukan laporan keuangan yang akurat.
 
"Manajemen memandang perlu bagi WSBP memiliki laporan keuangan yang akurat dan dapat diandalkan sebagai dasar penyusunan proposal restrukturisasi keuangan," ucap President Director WSBP FX Poerbayu Ratsunu dalam siaran persnya, Minggu, 8 Mei 2022.
 
Lebih lanjut Poerbayu menyatakan fokus dari manajemen yang dipimpinnya yakni meningkatkan capaian kinerja operasional WSBP. "2021 dan awal 2022 adalah periode krusial bagi WSBP untuk menyelesaikan restrukturisasi keuangan," tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah restrukturisasi diselesaikan, kata dia, manajemen WSBP optimistis dapat membangkitkan kinerja perusahaan dengan fundamental bisnis dan keuangan yang lebih sehat. Optimisme tersebut didorong oleh potensi pasar industri beton pracetak di Indonesia maupun global yang masih sangat besar.
 
Seperti diketahui, sejak 25 Januari 2022 WSBP tengah dalam proses menyelesaikan restrukturisasi keuangan melalui jalur Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU. Manajemen dan para kreditur tengah mencari kesepakatan solusi restrukturisasi terbaik dengan penekanan pada going concern bisnis WSBP.
 
Di lain hal, WSBP berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,38 triliun pada 2021. Pendapatan anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini disumbang oleh tiga lini bisnisnya, yaitu pendapatan dari penjualan produk beton pra-cetak sebesar Rp772 miliar, pendapatan dari segmen readymix sebesar Rp309 miliar, dan pendapatan usaha jasa konstruksi sebesar Rp298 miliar.
 
Dari hasil operasional WSBP membukukan laba bruto sebesar Rp307 miliar atau meningkat signifikan dibandingkan capaian di 2020 dengan membukukan rugi bruto sebesar Rp53 miliar. WSBP juga mampu menekan angka rugi bersih menjadi Rp1,94 triliun, dari sebelumnya mengalami rugi bersih sebesar Rp4,29 triliun pada 2020.
 
"Per 31 Desember 2021, WSBP juga mencatatkan total aset sebesar Rp6,88 triliun yang terdiri dari Aset Current sebesar Rp4,21 triliun dan Aset Non Current sebesar Rp2,67 triliun," urai Poerbayu.
 
Target 2022
 
Di 2022 ini, WSBP menargetkan nilai kontrak baru dapat tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan capaian 2021. Dalam jangka pendek, WSBP memiliki captive market menyuplai produk precast dan readymix ke proyek jalan tol Waskita Karya yang didanai oleh Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah.
 
"Sementara untuk tiga sampai lima tahun ke depan ada potensi pasar dari pembangunan ibu kota negara baru (IKN)," sambungnya.
 
Per Maret 2022, WSBP membukukan beberapa proyek jalan tol besar di antaranya Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 2, dan Proyek Jalan Tol Ciawi-Sukabumi seksi 2.
 
Untuk proyek di luar jalan tol, WSBP juga tengah berkontribusi dalam proyek Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas, Infrastruktur G20 hingga Proyek Manyar Smelter. Selain itu, WSBP juga terus menggencarkan ekspansi ke pasar luar negeri terutama di Kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.
 
"Bersama dengan Waskita Karya selaku induk usaha, kami tengah menjajaki peluang proyek di beberapa negara di Afrika. Kami optimistis produk beton pra-cetak Indonesia akan mampu bersaing di pasar global," yakin dia.
 
Menurut Poerbayu, upaya ekspansi pasar WSBP dilaksanakan beriringan dengan penyempurnaan proses bisnis yang berkelanjutan. "Kami akan terus melanjutkan program digitalisasi dan efisiensi biaya operasional di setiap level. Kami yakin dua aspek tersebut akan dapat meningkatkan daya saing WSBP," tutup Poerbayu.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif