Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin

Capai 85%, Menperin Pamer Belanja Produk Dalam Negeri di Kemenperin Lebihi Target

Husen Miftahudin • 06 Maret 2022 16:48
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan target belanja Produk Dalam Negeri (PDN) di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ditargetkan mencapai 80 persen pada 2022.
 
"Tapi berdasarkan input dari satuan-satuan kerja di Kemenperin pada situs pelaporan, target tersebut telah terlampaui, atau mencapai 85 persen," ucap Agus, dalam siaran persnya, Minggu, 6 Maret 2022.
 
Agus terus mengimbau penerapan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dilakukan secara konsisten bagi internal Kemenperin. Ia menugaskan jajarannya untuk melaksanakan business matching antara industri dalam negeri dengan instansi-instansi yang akan melaksanakan pembelanjaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Direktur Jenderal pembina industri dapat segera melaksanakan business matching antara kementerian/lembaga/pemerintah daerah dengan industri penghasil produk dalam negeri yang dibutuhkan," tegasnya.
 
Di tahap pertama, Agus menargetkan 10 instansi dengan anggaran terbesar dapat melakukan business matching tersebut. "Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian selaku Sekretaris Timnas P3DN dapat memberikan laporan perkembangan pelaksanaan arahan ini secara berkala," tutur dia.
 
Agus juga mendorong agar seluruh pegawai Kemenperin menjadi Agen P3DN yang melaksanakan dan menyuarakan kewajiban penggunaan produk dalam negeri di segala kesempatan, serta berkontribusi mewujudkan kecintaan yang dalam atas produk buatan Indonesia.
 
Menurutnya, langkah mewujudkan arahan Presiden Joko Widodo tersebut dimulai dari Kemenperin untuk memberikan contoh utama implementasi karena merupakan inisiator program P3DN.
 
"Saya berharap bahwa implementasi P3DN di Kementerian Perindustrian menjadi gold standard untuk pembelanjaan PDN dalam pengadaan, sehingga menjadi rujukan bagi instansi lainnya," urainya.

Pelaksanaan belanja PDN

Di Kemenperin, pelaksanaan belanja PDN dilakukan melalui platform e-purchasing untuk mempermudah monitoring. Saat ini, Kemenperin tengah memasukkan seluruh produk ber-TKDN ke dalam e-katalog tema khusus yang dikelola oleh LKPP.
 
Adapun langkah-langkah optimalisasi P3DN dilakukan di Kemenperin sejak tahap perencanaan dengan menyampaikan rencana pengadaan barang ke Pusat P3DN. Kemudian, di tahap pelaksanaan pengadaan, para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dituntut untuk selalu memastikan keberadaan produk ber-Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan menetapkan target nilainya dalam kegiatan konstruksi.
 
"Mulai 2022, kami telah melakukan tagging status belanja di aplikasi intranet Kemenperin, sehingga realisasi belanja PDN dan TKDN dapat dipantau secara real time," pungkas Agus.
 
Pelaksanaan Program P3DN diatur dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian jo. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
 
Dalam beleid tersebut, pengadaan wajib menggunakan produk dengan TKDN minimal 25 persen ketika sudah terdapat produk dengan akumulasi TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) minimal 40 persen.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif