Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: MI/RAMDANI
Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: MI/RAMDANI

Menteri BUMN: Kebudayaan Fondasi untuk Negara Maju

Ekonomi Ekonomi Indonesia Kementerian BUMN Erick Thohir Negara Maju
Antara • 11 Mei 2022 11:24
Bandar Lampung: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan kebudayaan daerah merupakan salah satu fondasi bagi negara maju. Hal itu perlu terus dimaksimalkan guna memperkuat perekonomian Indonesia di tengah upaya pemulihan yang terus digenjot pemerintah.
 
"Karena kita sepakat negara maju itu tidak mungkin maju, kalau tidak ada kebudayaan yang merupakan fondasinya. Sehingga budaya asli negara kita harus dipertahankan," kata Erick Thohir, di Bandar Lampung, dilansir dari Antara, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Menurut dia sebagaimana lakon pewayangan Pandawa yang menceritakan dan memberi pelajaran bahwa guna membangun sebuah negara maju harus mendapatkan dukungan dari semuanya. Oleh karena itu, pihaknya bersama gubernur dan sejumlah bupati dan wali kota di Lampung telah melakukan pertemuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan itu untuk membicarakan bagaimana memajukan provinsi ini namun fondasi kebudayaan dari berbagai suku di sini tidak boleh ditinggalkan. "Tidak mungkin kita ingin menjadi bagian yang kaya tapi tanpa akhlak akhirnya jadi kerakusan. Kita juga tidak mungkin menjadi orang yang pintar tanpa akhlak akhirnya jadi zholim," katanya.
 
"Karena itu provinsi ini luar biasa karena saya kedatangan berbagai pihak yang ingin menyatukan kemauan agar Lampung menjadi pondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia," tambahnya.
 
Selain kebudayaan yang harus dipertahankan, kesejahteraan para petani pun harus dipikirkan. Untuk itu, Menteri BUMN meminta kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Lampung agar terus mendorong Program Makmur yang sekarang sudah 1.100 hektare.

Memastikan hasil produksi dari para petani

Menurut dia program ini salah satu bentuk upaya guna memastikan hasil produksi dari para petani yang selama ini tidak ada kepastian pembeli menjadi pasti tertampung 100 persen untuk dibeli.
 
"Almarhum ayah saya mengajarkan yang namanya teori ekonomi itu seperti kopi. Kopinya ada, air panasnya ada, ada gulanya diaduk merata baru minum kopinya enak, sama ekonomi itu enak kalau merata dan makmur kalau ekonomi hanya netes ke orang-orang tertentu berati itu bukan ekonomi yang baik," kata dia.
 
Oleh sebab itu, lanjut dia, BUMN akan terus mendorong apakah itu melalui Program makmur atau Program Pertashop untuk mengembalikan kesejahteraan masyarakat bukan kepada sebagian kelompok.
 
"Kita tidak menentang orang kaya atau perusahaan besar. Yang kita tentang bila tidak meratanya, maka BUMN hadir karena memang tugas kami mengintervensi kalau tidak ada keseimbangan," pungkas dia.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif