Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Aria Bima. Foto : MI.
Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Aria Bima. Foto : MI.

Legislator Minta Transparansi Pengadaan Alat Kesehatan

Ekonomi industri farmasi
Annisa ayu artanti • 21 April 2020 19:47
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Aria Bima meminta perusahaan pelat merah sektor farmasi transparan dalam melakukan pengadaan dan pendistribusian alat kesehatan. Hal itu disampaikannya lantaran muncul isu terkait mafia alat kesehatan dan angka impor alat kesehatan semakin membengkak.
 
"Kita Komisi VI sama sekali tidak ikut-ikut mengenai masalah pengadaan alat kesehatan ini ya, dan itu muncul sejak dua hari ini adalah mafia alat kesehatan, selain mafia pangan ini muncul di media sosial tuduhan ke sana kemari," kata Aria dalam rapat dengar pendapatan dengan BUMN sektor farmasi, Selasa, 21 April 2020.
 
Ia menegaskan perusahaan BUMN sektor farmasi perlu melakukan transparansi dan akuntabilitas mengenai pengadaan alat kesehatan tersebut sehingga mafia-mafia itu tidak bisa berulah. Apalagi, pandemi virus korona (covid-19) belum juga selesai usai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira penting supaya mafia-mafia ini tidak memanfaatkan situasi yang ada dan pentingnya rapat ini salah satunya adalah memberikan tranparansi dan akuntabilitas," ucapnya.
 
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan munculnya mafia alat kesehatan karena impor peralatan penanganan covid-19 dipaksakan. Padahal, Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri sejatinya mampu memproduksi alat kesehatan pencegah covid-19.
 
"Selama ini kita ada trader (pedagang). Di sini lah Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) ini pasti ada yang memaksa supaya trending terus bukan bikin produk," kata Arya.
 
Menurut Arya, perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral telah mampu memproduksi ventilator atau alat bantu pernapasan. Saat ini Kementerian BUMN telah mendorong lini perusahaannya untuk memproduksi alat tersebut.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif