Menko PMK Muhadjir Effendy. FOTO: Medcom.id
Menko PMK Muhadjir Effendy. FOTO: Medcom.id

Upaya Percepatan Solusi Stunting Tetap Dijalankan di Tengah Pandemi

Ekonomi Virus Korona stunting
Eko Nordiansyah • 18 September 2020 12:02
Jakarta: Upaya penanganan stunting pada anak-anak tetap harus dilakukan meski di tengah pandemi covid-19 yang masih menantang. Peran serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dinilai bisa membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah stunting.
 
"Urusan stunting bukan hanya beban atau urusan pemerintah maupun negara saja. Malah justru kita turut serta dalam peran aktif penuh, berkomitmen sungguh-sungguh pada penuntasan stunting," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18 September 2020.
 
Salah satu upaya penanganan stunting dilakukan oleh Dompet Dhuafa melalui Aksi Peduli Dampak Corona (APDC). Inisiatif ini merupakan bentuk nyata filantropeneur di masa pandemi demi ketahanan baik di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, dan agama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Dompet Dhuafa Bambang Suherman memaparkan bahwa sejak 2015, Dompet Dhuafa sudah terlibat di program stunting. Ada 26 titik di kabupaten dan kota yang program stuntingnya masih terus berjalan, sehingga perlu ada pendamping di level bawah yang berbasis penguatan keluarga.
 
"Melalui pendidikan, perilaku kesehatan dan ekonomi untuk kami menciptakan generasi sehat. Intervensi berbasis dampak korona, juga ada 155 kader terlatih untuk mendampingi," jelas dia.
 
Ia berharap pengurangan angka stunting di wilayah Indonesia, tidak hanya peran negara maupun pemerintah namun organisasi sosial seperti Dompet Dhuafa untuk maju melangkah bersama masyarakat demi menyelamatkan generasi-generasi penerus bangsa.
 
Sementara di sektor ekonomi, Dompet Dhuafa menginisiasi beberapa program, seperti program ketahanan pangan berbasis keluarga maupun komunitas. Ketahanan pangan berbasis keluarga seperti budi daya ikan lele dan sayur dalam ember, kebun pangan keluarga, bantuan modal usaha mikro perorangan dan bantuan pangan yang diprioritaskan untuk lanjut usia, serta disabilitas atau mereka yang tidak bisa diberdayakan lagi.
 
Selain itu, Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) juga menggagas dan menerapkan program Keluarga Tangguh bagi keluarga pra sejahtera. Program Keluarga Tangguh Dompet Dhuafa tidak hanya sampai pada pemberian bantuan saja, namun terus memantau dan mendampingi hingga kestabilan ekonomi keluarga bisa tercapai.
 
"Hari ini peluncuran Aksi Peduli Dampak Corona. Dampak korona memendekkan pertumbuhan ekonomi, dan tentu berdampak pada gizi maupun anak-anak yang akan lahir. Dompet Dhuafa siap bekerjasama dengan siapapun," jelas Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi.
 

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif