Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan untuk memperbanyak program karya tunai dalam merancang kebijakan stimulus di tengah pandemi covid-19. Foto: MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan untuk memperbanyak program karya tunai dalam merancang kebijakan stimulus di tengah pandemi covid-19. Foto: MI/Ramdani

Presiden Minta Program Padat Karya Tunai Diperbanyak

Ekonomi joko widodo virus corona Stimulus Ekonomi Imbas Korona
Suci Sedya Utami, Nur Azizah • 07 April 2020 14:54
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas mengarahkan untuk memperbanyak program karya tunai dalam merancang kebijakan stimulus di tengah pandemi covid-19. Hal tersebut disampaikan ulang oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
 
Program tersebut ditujukan agar bisa menjaga daya beli masyarakat supaya tidak turun.
 
Ia menjelaskan sesuai arahan Presiden, bantuan dalam bentuk tunai langsung (cash forward) utamanya ditujukan pada pekerja informal, usaha kecil menengah (UKM) yang rentan tidak mendapatkan penghasilan dalam kondisi pandemi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian diharapkan mampu menekan angka pengangguran ssehingga peningkatan laju kemiskinan bisa dikendalikan.
 
"Presiden memberikan arahan padat karya tunai harus diperbanyak untuk menjaga agar masyarakat mendapat pendapatan dan mempertahankan daya beli," tutur Airlangga dalam virtual conference, Selasa, 7 April 2020.
 
Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan Presiden juga mengarahkan penggunaaan anggaran yang direalokasikan untuk kegiatan penanganan covid-19 di berbagai kementerian juga harus dibarengi dengan program padat karya tunai.
 
Misalnya saja di Kementerian Tenaga Kerja) yang membuat program padat karya pasca dan pemulihan covid-19. Lalu ada juga Kementerian Koperasi dan UKM yang melakukan relaksasi, realokasi anggarannya untuk UKM.
 
"Khusus di usaha kecil dan menengah, untuk kredit usaha rakyat (KUR) pemerintah sudah memasukkan program kemudahan pembayaran cicilan maupun angsuran KUR," tutur Airlangga.
 
Kemudian di Kementerian Pertanian (Kementan) yang membuat beberapa program terutama untuk penyangga pada saat panen raya di April, Mei dan Juni untuk menjaga harga gabah dan beras agar tidak terlalu rendah.
 
"Pemerintah mencatat ada beberapa komoditas yang mendapat tekanan seperi di bidang penugasan. Ini pemerintah juga akan mempersiapkan program-program penyangga bersama dengan Bulog," ucap dia.
 
Airlangga menambahkan, di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga mempersiapkan program padat karya seperti pembangunan irigasi dan lainnya. Serta di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang juga berkoordinasi pada para kontraktor untuk lebih mengutamakan pembangunan fasilitas yang bersifat padat karya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif