Foto: dok Pupuk Indonesia.
Foto: dok Pupuk Indonesia.

Pemerintah Diimbau Tambah Anggaran Pupuk Subsidi Rp3,1 Triliun

Ekonomi subsidi pupuk pupuk pupuk subsidi
Ade Hapsari Lestarini • 26 Agustus 2020 22:40
Jakarta:Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir meminta pemerintah segera merealisasikanpenambahan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp3,1 triliun. Tambahan subsidi pupuk tersebut setara 1,4 juta ton.
 
Menurut dia penambahan anggaran ini untuk memaksimalkan produktivitas pertanian karena sudah memasuki musim hujan padaOktober 2020-Maret 2021.
 
"Sehingga Oktober-Maret, petani dapat menggunakan pupuk subsidi dan produktivitasnya tetap baik," kata Winarno, dalam Forum bertajuk "Memperkuat Pertanian Kala Pandemi", Rabu, 26 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan alokasi pupuk bersubsidi turun setiap tahunnya. Pada 2018, pemerintah mengucurkan 9,5 juta ton. Sementara 2019 menjadi 8,8 juta ton dan 2020 hanya 7,9 juta ton.
 
Oleh karena itu, KTNA menyarankan pemerintah tidak menurunkan alokasi pupuk pada 2020. Ia pun akan mendorong hal ini di kelompok kerja (pokja) pupuk di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.
 
"Anggaran boleh diturunkan, tapi alokasi pupuk jangan diturunkan. Solusinya, petani menambah harga," ucapnya.
 
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri menambahkan pihaknya akan segera berkoodinasi dengan DPR untuk mempercepat pengesahan penambahan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp3,1 triliun jelang Oktober 2020.
 
Kementan berharap anggaran pupuk subsidi yang diberikan langsung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke pabrik pupuk dapat bertambah setiap tahunnya. Sehingga, menciptakan peningkatan produktivitas pertanian.
 
"Selama ini pupuk subsidi yang diberikan Kemenkeu yang langsung ke Pupuk Indonesia itu maksimal 30 persen.Kami juga paham kondisi keuangan negara. Sehingga alokasi pupuk selama ini, ya, tetap kami maksimalkan," imbuh dia.
 
Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddinmendukung penambahan anggaran pupuk bersubsidi. "Sampai saat ini kita akan terus dorong penambahan subsidi pupuk untuk petani. Tahun ini ada pengurangan nilai subsidi pupuk kurang lebih satu juta ton pengurangannya. Sehingga, sekarang ini banyak daerah yang alami kekurangan pupuk bersubsidi," urainya.
 
Menurut dia penambahan subsidi pupuk mestinya menjadi perhatian utama guna menjamin kesejahteraan petani. Apalagi, sektor agrikultura berkontirbusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) saat pandemi covid-19.
 
"Adanya pengurangan subsidi pupuk yang cukup besar dari APBN 2020, harusnya jadi perhatian pemerintah, Pemerintah itu bukan hanya Kementan, tapi juga Kemenkeu dan Presiden. Agar sektor pertanian ini bisa mendapatkan tambahan anggaran atau subsidi petani kita," ucapnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif