Ilustrasi. (Foto: Dok. Kementan)
Ilustrasi. (Foto: Dok. Kementan)

Panen Padi di Serang Diklaim Lebih Baik Tahun Ini

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 15 Mei 2020 20:51
Serang: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Prauri mengklaim panen raya padi kali cukup baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Panen terjadi di hampir seluruh kecamatan dengan produksi mencapai 10 hingga 12 ton per hektare (ha).
 
Dengan total lahan pertanian kurang lebih mencapai 48 ribu ha yang terbagi menjadi lahan pertanian beririgasi teknis dan tadah hujan, Kabupaten Serang menjadi salah satu pemasok beras di Provinsi Banten dan sekitarnya, termasuk Jakarta.
 
Sejalan dengan semangat pertanian tidak berhenti, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pengawalan dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota seperti yang dilakukan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian ke Kabupaten Serang, pada Jumat, 15 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Koordinasi ini dilakukan menindaklanjuti arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi selaku penanggung jawab program utama Kementan wilayah Provinsi Banten.
 
Menurut Dedi, koordinasi dengan Dinas Pertanian di Kab/Kota penting dilaksanakan. "Dalam upaya terus menjaga ketahanan pangan, sinergi antara pusat dan daerah harus selalu dilakukan agar program-program pemerintah dalam menjaga pasokan pangan masyarakat dapat terkoordinasi dan terlaksana dengan baik", ujar Dedi.
 
Sementara itu, dalam koordinasi tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian berkesempatan mengunjungi salah satu BPP di Kabupaten Serang, yaitu BPP Kramatwatu dan memantau panen raya yang telah memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester bantuan pemerintah.
 
"Pemerintah saat ini sedang mendorong gerakan percepatan olah tanah (GPOT) di beberapa wilayah, khususnya yang telah selesai melakukan panen seperti di Kabupaten Serang", ungkap Idha Widi Arsanti atau akrab dipanggi Ibu Santi.
 
Hal ini dimaksudkan agar pasokan bahan pangan seperti beras dapat terus terjaga khususnya di masa pandemi covid-19 sekarang ini. Menurut salah satu penyuluh BPP Kramatwatu, petani di wilayahnya sejak 1960 mengembangkan sistem tanam surjan, yaitu tumpangsari antara padi dengan tanaman horti dengan memanfaatkan gundukan tanah untuk menghindari genangan dan gundukan tersebut ditanamani tanaman horti.
 
"Dengan sistem surjan ini, petani memperoleh hasil yang cukup banyak tidak hanya dari satu komoditi seperti padi, tapi juga dapat dari hasil panen timun, cabai, maupun bawang merah", ujar Nelly.
 
Saat ini, BPP Kramatwatu juga sedang melakukan penangkaran benih padi seluas 150 ha dan memperoleh bantuan benih padi seluas 1.000 ha. Sementara luas lahan padi mencapai 2.350 ha, di mana 90 persen sudah panen.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif