Harga bawang putih masih tinggi lantaran distribusi yang bermasalah. Foto: Dok.MI/Panca Syurkani
Harga bawang putih masih tinggi lantaran distribusi yang bermasalah. Foto: Dok.MI/Panca Syurkani

Stok Pangan Cukup Meski Harga Bawang Putih Masih Tinggi

Ekonomi pangan joko widodo Bawang Putih
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Mei 2020 16:00
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kondisi ketahanan pangan selama pandemi covid-19. Sejumlah stok bahan pangan diklaim masih cukup.
 
"Stok (beras) Bulog per April relatif aman. (Beras) Bulog jumlahnya di atas 1,3 juta ton," kata Airlangga melalui video seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Selain itu pemerintah tidak berencana mengimpor bawang merah. Sebab, produksi dalam negeri dinilai masih mencukupi kebutuhan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, harga rata-rata bawang merah belum mencapai harga acuan Rp32 ribu per kilogram (kg). Sementara harga bawang putih masih tinggi lantaran distribusi yang bermasalah.
 
"Ini masalah distribusi yang perlu didorong," ucap Ketua Umum Partai Golkar itu.
 
Adapun pemerintah berencana kembali mengimpor bawang putih. Sebanyak 49 ribu ton bawang putih telah masuk pada April 2020 dengan posisi stok 81 ribu ton. Pada bulan ini, akan masuk kembali 78 ribu ton.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan penelusuran harga bahan pokok selama pandemi virus covid-19. Pasalnya, harga sejumlah bahan pokok lebih tinggi dari harga acuan.
 
Jokowi mengkritisi harga rata-rata bawang merah nasional yang mencapai Rp51 ribu per kilogram, dari harga acuan Rp32 ribu per kilogram. Sedangkan harga gula pasir mencapai Rp17.500 per kilogram dari estimasi Rp12.500 per kilogram.
 
“Saya ingin dilihat masalahnya ada di mana apakah distribusi atau stok kurang atau ada sengaja yang mempermainkan harga,” kata Jokowi.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif