Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu

Pramono Bidik Jakarta Jadi Pusat Acara Internasional

Annisa ayu artanti • 23 Oktober 2026 13:29
Ringkasnya gini..
  • Pramono Anung ingin menjadikan Jakarta sebagai Epicenter of Events atau pusat acara internasional.
  • Festival dan konser dinilai dapat menggerakkan sektor hotel, restoran, perdagangan, dan usaha kecil
  • Pemprov DKI ingin memastikan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan acara dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginginkan Jakarta dikenal bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga sebagai destinasi acara internasional yang mampu menarik pengunjung sekaligus menggerakkan perekonomian kota. 

Dalam sambutannya dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026, Pramono menyampaikan visi untuk menjadikan Jakarta sebagai Epicenter of Events. Menurutnya, acara internasional dapat membuka peluang ekonomi apabila dampaknya menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

"Saya menyebutnya, Epicenter of Events. Ketika mereka membawa orang ke Jakarta, kami ingin mengambil manfaat ekonomi untuk menjangkau sebanyak mungkin orang," ujar Pramono.

Ia juga menyoroti besarnya potensi Jakarta sebagai pasar sekaligus tempat penyelenggaraan kegiatan kreatif. Pramono menyebut Jakarta memiliki sekitar 11 juta penduduk, sementara kawasan megapolitannya (jabodetabek) dihuni sekitar 42 juta orang.

Besarnya populasi tersebut menjadi salah satu modal untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan industri hiburan. Jakarta juga memiliki masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam sehingga dapat menjadi ruang pertemuan ide dan talenta

Selain itu, Pramono juga menyebut kontribusi positif  ekonomi kreatif untuk perekonomian Jakarta. 

“Ekonomi kreatif Jakarta berkontribusi lebih dari Rp410 triliun, atau sekitar 11 persen dari PDB daerah kami,” ucapnya.

Bagi Pramono, pengembangan acara internasional bukan sekadar upaya mendatangkan pengunjung, melainkan juga bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif Jakarta.

   

Festival dan Konser Didorong untuk Menggerakkan Ekonomi


Pramono mencontohkan berbagai festival dan kegiatan hiburan yang berlangsung di Jakarta, termasuk kegiatan di Jakarta International Stadium dan Jakarta Running Festival. Ia juga menyebut sejumlah agenda musik internasional yang diharapkan semakin memperkuat daya tarik ibu kota.

Menurutnya, kehadiran pengunjung dalam sebuah acara dapat menciptakan aktivitas ekonomi di luar lokasi penyelenggaraan. Pengeluaran pengunjung berpotensi mengalir ke berbagai sektor, mulai dari penginapan dan kuliner hingga perdagangan serta transportasi.

"Pesta Jakarta menarik pelawat, mendukung hotel dan restoran, menjual barang, dan membuka kemungkinan bagi perusahaan kecil," katanya.

Ia ingin peluang tersebut dimanfaatkan untuk memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Dengan semakin banyaknya acara, aktivitas ekonomi diharapkan tidak hanya dinikmati penyelenggara, tetapi juga pedagang, pemilik restoran, pengusaha kecil, dan masyarakat yang terlibat dalam rantai kegiatan tersebut.

Pramono menilai kemudahan penyelenggaraan acara dan pengelolaan kota menjadi bagian penting untuk menarik artis internasional. Namun, Pramono menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi kreatif tidak cukup dinilai dari jumlah acara atau investasi yang masuk. Manfaat yang diterima masyarakat juga menjadi ukuran penting.

"Untuk saya, sukses kreativitas bukan hanya dimaksudkan dengan jumlah acara yang kami hadiri atau investasi yang kami tarik. Ini dimaksudkan dengan berapa banyak orang yang dapat menerima dari kesempatan ini," ujarnya. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan