Bank UOB Indonesia menggelar webinar UOB Economic Outlook 2021/2022 yang akan diselenggarakan pada Rabu, 15 September 2021 (Foto:Dok)
Bank UOB Indonesia menggelar webinar UOB Economic Outlook 2021/2022 yang akan diselenggarakan pada Rabu, 15 September 2021 (Foto:Dok)

Bantu Pemerintah Pulihkan Ekonomi, UOB Indonesia Gelar UOB Economic Outlook 2021/2022

Ekonomi bank uob indonesia UOB Economic Outlook 2022
Gervin Nathaniel Purba • 17 September 2021 09:56
Jakarta: Tidak ada yang menduga virus korona (covid-19) menyebar ke seluruh negara hingga menyebabkan pandemi pada 2020. Akibatnya, setiap negara menutup diri dan aktivitas di dalam negeri juga dikurangi untuk menekan penyebaran virus covid-19.
 
Sayangnya, hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi global sehingga menimbulkan krisis. Krisis ini disebabkan lumpuhnya ekspor/impor antarnegara akibat menutup pintu rapat-rapat semua jalur transportasi.
 
Sebagian besar negara di Eropa melakukan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus yang diyakini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Fenomena ini menyebabkan sebagian besar negara mengalami resesi, sehingga menimbulkan krisis global.
 
Produk domestik bruto (PDB) global terkontraksi hingga 3,5 persen pada 2020. Sejumlah industri yang melibatkan interaksi manusia mengalami dampak terburuk seperti pariwisata, transportasi, dan barang konsumsi. 
 
Indonesia juga mengalami resesi, meskipun tidak mengambil tindakan untuk lockdown. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat minus dua kuartal berturut-turut pada 2020.
 
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tercatat minus 5,32 persen pada kuartal II-2020. Lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali tercatat minus, yaitu minus 3,49 persen pada kuartal III-2020.
 
Kemudian, pada kuartal IV pertumbuhan kembali membaik menjadi minus 2,19 persen. Sedangkan, pada kuartal I 2021 sebesar minus 0,74 persen.
 
Namun Indonesia sudah keluar dari jurang resesi pada tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat meningkat menjadi 7,07 persen pada kuartal II-2021 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.
 
Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sejumlah stimulus bantuan untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku UMKM agar ekonomi bisa bangkit. Di samping itu, vaksinasi juga terus dikebut hingga melibatkan TNI/Polri.
 
Stimulus tersebut berupa insentif pajak, penurunan biaya listrik untuk kelas ke bawah, subsidi gaji untuk pekerja kelas ke bawah, dan restrukturisasi kredit oleh perbankan.
 
Selain itu, pemerintah juga menurunkan berbagai macam bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bantuan sosial tunai (BST) untuk masyarakat kelas ke bawah yang terdampak covid-19, program kartu prakerja, dan bantuan sosial beras.
 
Meskipun sempat terasa angin kebangkitan, Indonesia sempat mengalami lonjakan covid-19 secara drastis sekitar Juli 2021. Angka kematian melonjak dan rumah sakit kewalahan menangani pasien covid-19.
 
Pemerintah terpaksa menarik kembali rem dengan menetapkan aturan PPKM Darurat untuk menekan laju penularan virus. Kejadian ini menjadi pembelajaran bahwa virus masih mengintai. Ada pelonggaran sedikit saja akan langsung menggerogoti capaian yang sudah terbangun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

UOB Indonesia Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia

 
 
Memang tidak mudah untuk membangkitkan kembali ekonomi di tengah pandemi. Pemerintah harus pintar mengambil timing yang tepat kapan harus menarik rem dan kapan rem dilepas secara perlahan.
 
Untuk mempermudah itu tentunya perlu dukungan dari berbagai pihak. Dalam hal ini, Bank UOB Indonesia siap berperan untuk membantu pemerintah dalam memulihkan ekonomi pada masa pandemi ini. Bank UOB Indonesia juga menyatakan siap untuk memberikan masukan dan berdiskusi dengan pemerintah.
 
Untuk itu, Bank UOB Indonesia menggelar webinar UOB Economic Outlook 2021/2022 yang akan diselenggarakan pada Rabu, 15 September 2021.
 
Webinar itu mengangkat tema besar Memberdayakan Ekonomi Indonesia untuk Pemulihan yang Lebih Kuat. Tema ini berfokus pada pasar komoditas dan keberlanjutannya, konektivitas regional, serta pemanfaatan ekonomi berbasis konsumsi domestik yang besar di Indonesia.
 
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dijadwalkan membuka webinar ini. Kemudian, acara dimulai dengan diskusi panel mengenai Economic Outlook Overview. Sesi ini akan diisi oleh ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopranoto.
 
Selanjutnya, pada sesi pertama, webinar akan fokus membahas bisnis skala besar (wholesale) dengan tema Menempa Pemulihan Bisnis Berkelanjutan Pasca-Pandemi.
 
Sesi tersebut akan diisi oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Joko Supriyono, dan direksi Shopee Indonesia.
 
Kemudian, Managing Director Group Wholesale Banking Sector Solutions Group UOB Group Bonar Silalahi.
 
Acara akan dilanjutkan dengan webinar sesi kedua. Sesi yang berfokus pada bisnis usaha kecil menengah (UKM) ini mengangkat tema “Memberdayakan UKM sebagai Tulang Punggung untuk Pemulihan yang Lebih Kuat”.
 
Sesi kedua itu akan diisi oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki serta Deputi Bidang UKM Menkop UKM Hanung Himbara.
 
Selanjutnya, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) dan Assistant Vice President (AVP) Bukalapak Bima Laga, pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Sayurbox Amanda Susanti Cole, serta Business Banking Sales Head PT Bank UOB Indonesia Hendrik Komandangi.
 
Sebagai informasi, webinar yang merupakan kerja sama antara PT Bank UOB Indonesia dan MetroTV itu disiarkan langsung dari studio MetroTV mulai pukul 08.45 WIB.
 
Acara tersebut dapat dihadiri secara virtual melalui Zoom serta siaran langsung YouTube oleh peserta dari beragam latar belakang, mulai dari pengusaha atau nasabah berskala besar dan menengah, pelaku UMKM, investor, pejabat pemerintah, hingga perwakilan masyarakat dengan target lebih dari 2.500 orang.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif