"Kami optimistis proyek ini dapat berjalan lancar sesuai rencana, serta menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas ekonomi 4.0, peningkatan pendidikan, serta penciptaan pusat riset dan development. Selain itu dapat menjadi wadah untuk menampung ide-ide terbaik anak bangsa sambil meningkatkan sektor pariwisata di kawasan Sukabumi," ucap Direktur Utama AMKA Nikolas Agung dalam siaran persnya, Kamis, 10 Juni 2021.
Lebih lanjut, Nikolas berharap proyek Bukit Algoritma ini dapat meningkatkan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan serta pembangunan sumber daya manusia berbasis Iptek. Proyek Bukit Algoritma ini merupakan salah satu alat pendukung penuh pemerintah dalam mendorong program Pertumbuhan Ekonomi Nasional (PEN) pada masa pandemi ini.
"Kami selaku kontraktor pelaksana akan memberikan best effort dan best practice, serta bergandengan tangan dengan pihak-pihak yang berkepentingan agar proyek yang dipercayakan pada AMKA ini bisa dilaksanakan dengan lancar dan tepat waktu," tegasnya.
Bukit Algoritma adalah proyek berbentuk Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Kiniku Bintang Raya dengan AMKA. Proyek yang berlokasi di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi ini dibangun di atas lahan seluas 888 hektare dan diperkirakan menelan biaya sebesar satu miliar euro atau setara Rp18 triliun. AMKA dipercaya sebagai mitra infrastruktur pada tahap pertama selama tiga tahun ke depan.
Pada tahap pertama selama tiga tahun ke depan, AMKA akan membangun beberapa infrastruktur, seperti akses jalan raya, fasilitas air bersih, pembangkit listrik, gedung konvensi, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Selain itu, pembangunan Bukit Algoritma juga didukung oleh beberapa mitra AMKA di antaranya PT Talenta Putra Utama, PT SCG Indonesia, dan PT Kayu Prima Mandiri.
Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko menjelaskan bahwa proyek Bukit Algoritma ibarat daerah Silicon Valley di Amerika Serikat (AS) yang diharapkan dapat menjadi pusat research and development. Dengan begitu, maka dapat mengembangkan sumber daya manusia yang unggul bagi masa depan.
"Di sini akan menjadi gambaran masa depan untuk Indonesia bahkan untuk dunia. Kita akan mengembangkan itu, sehingga generasi muda dan anak-anak bisa menggunakan Bukit Algoritma ini sebagai wadah melakukan research, workshop, dan lainnya. Mereka bisa berpikir tentang bagaimana kita harus mengantisipasi perkembangan ekonomi ke depannya," jelas Budiman.
Corporate Secretary AMKA Pandhit Seno Aji menambahkan, momentum pembangunan proyek Bukit Algoritma merupakan salah satu batu loncatan bagi perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pembangunan Bukit Algoritma memiliki lokasi yang strategis karena memiliki infrastruktur pendukung, seperti akses Tol Bocimi (Seksi 2 Cibadak), Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) Wisata dan Perdagangan Pelabuhan Ratu, Bandara Sukabumi Cikembar yang akan dibangun, serta double track Kereta Api Sukabumi," ungkap Pandhit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News