Ilustrasi industri pengolahan bijih nikel - - Foto: Antara/ Basri Marzuki
Ilustrasi industri pengolahan bijih nikel - - Foto: Antara/ Basri Marzuki

Dukung Industri Smelter, PLN Siap Pasok Listrik 50 MVA ke Tiran Mineral

Suci Sedya Utami • 03 Juli 2021 20:06
Makassar: PT PLN (Persero) siap mendukung pengembangan industri pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) melalui pemenuhan kebutuhan listrik yang andal.
 
Melalui penandatanganan surat perjanjian jual beli tenaga listrik, PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) akan memasok listrik daya 50 mega volt ampere (MVA) ke PT Tiran Mineral.
  
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda mengatakan potensi nikel di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah sangat besar. Melihat potensi tersebut, sesuai kebijakan pemerintah nikel harus diolah melalui industri hilir supaya dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
  
Ia bilang industri smelter merupakan penghiliran nikel yang membutuhkan energi listrik yang besar. Hingga akhir Juni 2021, potensi demand pelanggan besar atau smelter tercatat sebanyak 61 pelanggan dengan daya 7.184 MVA.
  
"Untuk menyalurkan daya listrik tersebut, PLN juga akan membangun 7.052 kms Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan 4.702 MVA Gardu Induk yang tersebar di seluruh Sulawesi. Saat ini, PLN sudah melayani 4 pelanggan smelter dengan total kapasitas 245 MW di seluruh Sulawesi," kata Huda dalam keterangan resmi, Sabtu, 3 Juli 2021. 
  

Sejauh ini, sistem kelistrikan di Sulawesi mempunyai daya mampu sebesar 2.365 megawatt (MW), dengan cadangan daya 602 MW. Komposisi pasokan daya tersebut 20,34 persen dipasok dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Sesuai dengan RUPTL 2021-2030, PLN akan menambah kapasitas pembangkit EBT sebesar 3.698 MW.
  
Huda menuturkan, proses pekerjaan konstruksi dalam rangka pemenuhan penyaluran tenaga listrik ke PT Tiran Mineral akan berlangsung selama 18 bulan.
  
"PLN memperkirakan penyaluran tenaga listrik tegangan tinggi kepada PT Tiran Mineral dengan daya tersambung sebesar 50 MVA pada Maret 2023," ujar dia.
 
Tiran Group merupakan salah satu investor di Konawe Utara. Grup bisnis dengan total 38 perusahaan di dalamnya, telah mengumpulkan dana senilai Rp1,8 triliun untuk membangun smelter di Konawe Utara.
  
Direktur PT Tiran Mineral Nurfausiah Nuhri mengatakan adanya kesepakatan kerja sama jual-beli listrik smelter antara PLN dan Tiran Mineral memberi kepastian bisnis. Ke depan, Tiran Mineral bakal melakukan pengembangan hingga lima unit fasilitas pemurnian.

 
Sementara itu, Bupati Konawe Utara Ruksamin mengapresiasi kesepakatan jual-beli listrik antara PLN dan PT Tiran Mineral. Menurutnya, kesepakatan ini merupakan kerja sama strategis yang akan berkontribusi untuk pembangunan daerah.
 
"Adanya pasokan listrik memadai di Sulawesi Tenggara, dapat mendukung produktivitas serta kesejahteraan bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara khususnya di Konawe Utara," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif