"Masakan khas Aceh ini sudah menyebar di seluruh kota-kota di Indonesia, membuka peluang usaha serta lapangan kerja bagi banyak orang," ujar Sandiaga, dikutip dari Antara, Kamis, 21 Oktober 2021.
Menparekraf berkesempatan mencicipi kuliner mi Aceh saat dirinya melakukan kunjungan ke Aceh. Dalam kesempatan tersebut Sandiaga mencicip dua jenis mi Aceh yakni Mi Aceh Abu Zar dan Mi Aceh Razali.
"Karena tidak sempat makan di tempat akhirnya saya bungkus, rasanya tidak berubah dan tetap enak, The best deh!" ujar Sandiaga.
Menurut Menparekraf, belum lengkap rasanya kalau berkunjung ke Aceh jika belum menyantap kuliner khasnya yakni mi Aceh.
Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menginginkan kuliner Mie Aceh bisa menjajaki pasar Eropa serta negara lainnya, dan potensi itu dinilai dapat terwujud melalui program Indonesia Spice Up the World.
Dia menyebutkan dirinya telah mencicipi berbagai macam kuliner dari Tanah Rencong itu. Terdapat beberapa kuliner yang berpotensi menjajaki pasar global, salah satunya Mie Aceh, yang jauh lebih terkenal dari Ayam Tangkap dan kuliner Aceh lainnya.
Namun, kata dia, selama ini kuliner berbasis mie masih sangat kurang menjajaki pasar global. Berbeda dengan kuliner yang berbasis daging telah banyak ditemukan di berbagai negara seperti rendang, soto, sate, dan nasi goreng.
Sandiaga menilai produk ekonomi kreatif di Aceh sangat berkualitas. Karena perajinnya telah berpengalaman secara turun temurun sehingga dapat menghasilkan produk yang layak ekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News