Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.

Skema Penugasan Khusus Ekspor Bantu Tingkatkan Daya Saing Ekspor RI

Eko Nordiansyah • 07 Desember 2021 12:34
Jakarta: Pemerintah memberikan kewenangan kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan dan/atau asuransi untuk transaksi atau proyek ekspor. Melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE), LPEI bisa mendorong ekspor yang secara komersial sulit dilaksanakan namun dianggap perlu oleh pemerintah.
 
Direktur Pelaksana II LPEI Maqin U. Norhadi mengatakan, dukungan dari LPEI ini penting untuk meningkatkan nilai ekspor baik dari sisi volume maupun tujuan. Ia menyebut, perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional, seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan menjadi sangat terbuka.
 
"Namun ada beberapa kawasan-kawasan tertentu memiliki risiko yang sering dihindari baik oleh pelaku industri maupun perbankan nasional. Pemerintah memastikan akan menyediakan dukungan fasilitas pembiayaan ekspor untuk menembus pasar tersebut," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, LPEI merupakan lembaga khusus yang didirikan pemerintah dengan salah satu kegiatannya memberikan pembiayan kepada eksportir/pelaku usaha berorientasi ekspor untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia maupun jasa di pasar global.
 
Oleh karena itu, pemerintah yang diwakili Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian bersama dengan LPEI melakukan sosialisasi kepada disperindag provinsi, asosiasi, institusi serta berbagai sektor usaha dan pelaku usaha yang berorientasi ekspor di Bandung, Jawa Barat.
 
Untuk mendapatkan pembiayaan dengan menggunakan skema PKE, pelaku usaha harus memperhatikan beberapa kriteria yang masuk dalam kategori transaksi/proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan atau dianggap perlu oleh pemerintah, yaitu pelaku ekspor sulit untuk mendapatkan pembiayaan ekspor dari perbankan dan/atau lembaga keuangan.
 
Kedua, komoditas ekspor termasuk kategori non-tradisional. Ketiga, negara tujuan ekspor termasuk kategori non-tradisional. Keempat, meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk Indonesia. Kelima, mendukung pertumbuhan industri dalam negeri dan terakhir meningkatkan dan mengembangkan potensi ekspor jangka panjang.
 
Beberapa industri strategis Indonesia yang sudah menggunakan skema PKE antara lain pembiayaan pembuatan pesawat produksi PTDI yang diekspor ke Senegal pada 2019 dan ke Nepal pada 2021, pembiayaan ekspor kereta penumpang yang diproduksi oleh PT INKA dan diekspor ke Bangladesh pada 2016, dan 2019 hingga 2020.
 
Selanjutnya, proyek pembangunan 1.700 unit rumah bersubsidi (Lodgemont) di Baraki dan 2.250 rumah bersubsidi (Lodgemont) di Ain Defla dan Khemis Miliana, Aljazair yang dibangun oleh WIKA pada 2020. Maqin mengungkapkan, peran pemerintah melalui LPEI untuk memberikan pembiayaan mampu mendorong ekspor khususnya ke negara non-tradisional.
 
"Ini dapat menstimulus industri strategis dalam melakukan perdagangan (ekspor) ke negara-negara tersebut dan juga meningkatkan daya saing produk buatan Indonesia maupun jasa di negara tujuan tersebut. Selain itu, kami juga menyalurkan PKE UKM dan PKE Trade Finance untuk mendorong sektor dan pelaku UKM berorientasi ekspor," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif