Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Foto: dok. Kemenko Marves
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Foto: dok. Kemenko Marves

Luhut Tinjau Perusahaan yang Bakal Produksi Vaksin mRNA

Ekonomi Luhut Pandjaitan vaksin covid-19 Vaksin mRNA
Suci Sedya Utami • 08 September 2021 09:10
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pengembangan produksi vaksin dalam negeri.
 
Luhut meninjau langsung ke PT Etana Biotechnologies Indonesia di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur yang berencana memproduksi vaksin covid-19 mRNA. Produksi vaksin ini bekerja sama dengan perusahaan Walvax.
 
Pihaknya juga mendukung uji klinis tahap ketiga yang akan segera dilaksanakan oleh PT Etana, proses Emergency Used Authorization (EUA), serta jaminan pasar untuk vaksin yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami pemerintah mendukung kerja sama strategis ini," kata Luhut, dikutip Medcom.id, Rabu, 8 September 2021.
 
Menurut dirinya, kerja sama di bidang kesehatan menjadi poin penting, khususnya di tengah pandemi covid-19. Ia berharap kerja sama ini bisa menumbuhkan transfer pengetahuan sehingga pengembangan dan produksi pun bisa dilakukan di dalam negeri.
 
“Saya harap, Indonesia akan melakukan leapfrog dengan adanya transfer teknologi vaksin mRNA, dan ke depan produk bioteknologi di Indonesia akan semakin berkembang dan kemandirian kesehatan Indonesia segera terwujud," tutur Luhut.
 
Sementara itu Direktur Utama PT Etana Bioechnologies Indonesia Nathan Tirtana menyatakan komitmennya untuk produksi riset dan pengembangan (R&D) vaksin covid-19 berbasis teknologi next generation mRNA di Indonesia yang bisa disimpan di suhu 2-8 derajat celcius.
 
Tim pakar dari Walvax juga akan datang ke Indonesia pekan depan untuk memulai transfer teknologi.
 
"Pada saat ini, proses kerja sama dan produksi vaksin sedang difinalisasi, dan sepenuhnya memenuhi regulasi dan protokol yang berlaku di Indonesia maupun WHO," ujar Nathan.
 
Ia menjelaskan bahwa produksi vaksin akan dilakukan dengan menggunakan single use tech for multiple product in one utility (pemanfaatan sebuah teknologi untuk berbagai produk). Proses pembuatan vaksin akan dimulai dengan plasmid manufacturing, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan mRNA.
 
"mRNA manufacturing akan dilakukan di luar sel, guna mempermudah proses pemurnian, dan setelahnya akan dilanjut ke tahap mRNA encapsulation," ucap Nathan.
 
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses penelitian dan pengembangan vaksin ini dilakukan tanpa melakukan tes pada hewan. Selain produksi vaksin, pihaknya juga sedang mengembangkan produk onkologi dan mulai memproduksi produk epoetin alfa, yaitu obat yang digunakan untuk terapi anemia pasien ginjal kronis pada 2022.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif