Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja Bisa Bikin PDB RI Naik hingga USD135 Miliar di 2025

Ekonomi pertambangan Perempuan kesetaraan gender
Husen Miftahudin • 19 April 2022 22:30
Jakarta: Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Leni Nurhayanti Rosalin meyakini Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa meningkat hingga USD135 miliar pada 2025. Hal itu bisa terealisasi jika pemerintah mampu meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja.
 
"Indonesia dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto sebesar USD135 miliar per tahun di 2025 dengan syarat partisipasi perempuan dapat ditingkatkan," ungkap Leni dalam sebuah webinar, dikutip Selasa, 19 April 2022.
 
Sayangnya, tingkat partisipasi kerja perempuan di Indonesia saat ini masih rendah. Pekerja laki-laki masih mendominasi. Selain pertambangan, yang paling sedikit diisi oleh angkatan kerja perempuan adalah sektor listrik dan gas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional yang dirilis Agustus 2021, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia saat ini masih 53 persen. Sementara laki-laki mencapai 82 persen.
 
"Sektor lapangan pekerjaan utama yang paling sedikit ditempati oleh perempuan, selain pertambangan dan penggalian, juga pada listrik dan gas," jelasnya.
 
Menurut Leni, hal tersebut yang membuat perempuan kesulitan mencapai kepemimpinan tertinggi dalam pengambilan keputusan. "Pekerja perempuan di industri tambang Indonesia terus menurun, hanya berada pada kurang dari 10 persen dari jumlah keseluruhan tenaga kerja di sektor tersebut," urai dia.
 
Leni bilang bahwa perempuan lebih banyak berperan sebagai pekerja informal di sektor pertambangan skala kecil. Artinya, perempuan pekerja paruh waktu mendapatkan upah yang lebih rendah.
 
Di samping itu, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), para pekerja perempuan bekerja bekerja dengan melakukan pemilahan, penyulangan, pengairan, pembawa batu dan pasir, hingga penghancur batu.
 
"Oleh karena itu, kita perlu sinergi bersama karena hal ini sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja yang kondusif dan layak bagi perempuan Indonesia. Termasuk dalam pertambangan," tegas Leni.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif