Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: BKPM
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: BKPM

Bahlil: Hilirisasi Batu Bara Lokal Demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Ekonomi batu bara BKPM Bahlil Lahadalia Kementerian Investasi Hilirisasi Batu Bara
Antara • 13 Mei 2022 11:08
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi industri batu bara lokal terutama diperuntukkan demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.
 
Menurut Bahlil, rencana pembangunan industri dari hulu ke hilir khususnya untuk petrokimia menjadi salah satu bahan diskusi saat Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Chairman sekaligus CEO Air Products Chemicals Seifi Ghasemi di sela-sela kunjungan kerja di Hotel Ritz, Washington DC, Amerika Serikat.
 
"Karena kami berpendapat, dalam diskusi tersebut, hilirisasi harus dibangun dalam rangka bagaimana memenuhi kebutuhan dalam negeri terutama menyangkut dengan DME (dimetil eter)," kata Bahlil, dilansir dari Antara, Jumat, 13 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahlil mengungkapkan, Indonesia masih mengimpor kebutuhan DME dalam negeri sekira 6-7 ton per tahunnya. "Ini perlahan-lahan harus kita selesaikan, agar kewajiban kita untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bisa diwujudkan lewat hilirisasi batu bara lokal ini," ujarnya.

Presiden Jokowi

Sebelumnya Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut menyampaikan pentingnya tindak lanjut dari Air Products  persen Chemicals atas nota kesepahaman (MoU) investasi gasifikasi batu bara dan turunannya di Indonesia senilai USD15 miliar (sekira Rp219,5 triliun) yang sudah disepakati sejak November 2021.
 
Bahlil mengatakan Air Products sebelumnya telah merealisasikan tahap pertama investasi tersebut sebesar USD7 miliar (sekira Rp102,4 triliun) yang antara lain ditandai dengan peletakan batu pertama proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Muara Enim, Sumatra Selatan, pada 24 Januari 2022.
 
Dalam proyek tersebut Air Products menggandeng PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero).
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif