Proyek New Grass Root Refinery (NGRR) di Tuban. Foto: dok PRPP.
Proyek New Grass Root Refinery (NGRR) di Tuban. Foto: dok PRPP.

Pertamina Rosneft Gandeng Surveyor Genjot TKDN dari Vendor

Husen Miftahudin • 18 Desember 2021 11:08
Jakarta: PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia menggandeng PT Surveyor Indonesia (Persero) dalam melaksanakan vendor asesmen untuk menggarap proyek New Grass Root Refinery (NGRR) di Tuban, Jawa Timur. Hal ini bertujuan untuk memastikan para vendor memenuhi nilai komponen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
 
Direktur Komersial Surveyor Indonesia Saifuddin Wijaya menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberi dukungan, mulai dari tahap perencanaan, lelang, hingga pelaksanaan pada Project NGRR Tuban.
 
"Surveyor Indonesia bermaksud untuk mendapatkan pemetaan kemampuan produksi dalam negeri, sehingga ke depan dapat dilakukan Vendor Assessment yang mampu mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri di Project NGRR Tuban," ujar Saifuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 18 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Manajer Proyek Kontraktor Kontrak Kerjasama (MPKKKS) Divisi Bisnis Infrastruktur Surveyor Indonesia Setiyo Agung Wibowo menambahkan, biasanya verifikasi dilakukan setelah proyeknya selesai.
 
"Namun khusus untuk proyek NGRR Tuban yang merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia saat ini, kita memang benar-benar merencanakan dari awal vendor mana saja yang sanggup menyediakan TKDN, sehingga kontraktor akan tahu pada saat lelang terkait peralatan yang dipakainya," tuturnya.

Proyek NGRR Tuban

Terdapat sekitar 4.500 item barang yang akan digunakan dalam proyek NGRR Tuban. Pertamina Rosneft meminta Surveyor Indonesia agar desain maupun spesifikasi barang-barang yang dibutuhkan dalam proyek tersebut bisa diproduksi di dalam negeri dan tidak mengutamakan barang-barang impor.
 
"Dengan item barang sebanyak itu, PTSI membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk melakukan vendor assessment yang berpartisipasi dalam pengadaan barang," jelas Setiyo.
 
Vendor asesmen akan dilakukan oleh sekitar 30 orang dengan berbagai latar keahlian. "Hal ini mengingat kemampuan vendor atau penyedia barang di dalam negeri tidak tersentralisasi," ungkap dia.
 
Sementara itu, Head Engineering Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Agus Suryono menyebutkan, terkait TKDN pihaknya harus menggandeng Surveyor Indonesia untuk memberikan pendampingan, identifikasi, verifikasi, hingga validasi bagi daftar vendor yang dimiliki oleh perusahaannya.
 
"Asesmen terhadap daftar vendor yang ada di Pertamina Rosneft perlu dilakukan agar kami mendapatkan profil yang nyata terkait vendor-vendor yang bisa memasok barang bagi proyek di Tuban dan mereka bisa menyiapkan tools dengan nilai TKDN yang tinggi," papar Agus.
 
Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Widodo mengungkapkan perihal TKDN sudah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri dan amanat UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
 
"Tujuan dari program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sebenarnya bertujuan untuk memberdayakan industri di dalam negeri. Dengan semakin tingginya nilai TKDN tentunya akan berdampak pada pemulihan ekonomi paska pandemi dan semakin meningkatkan devisa negara," tutup Doddy.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif