Konferensi pers pengungkapan kasus ekspor ilegal minyak goreng. Foto: dok Kemendag.
Konferensi pers pengungkapan kasus ekspor ilegal minyak goreng. Foto: dok Kemendag.

Ini Cara Eksportir Mengelabui Ekspor 8.000 Liter Minyak Goreng ke Timor Leste

Ekonomi minyak goreng Kementerian Keuangan Kementerian Perdagangan Ditjen Bea Cukai Ekspor CPO Satgas Pangan
Husen Miftahudin • 12 Mei 2022 21:33
Surabaya: Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Satgas Pangan berhasil menggagalkan ekspor minyak goreng ke Timor Leste. Hal ini sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng.
 
Sedikitnya delapan kontainer dengan volume 8.000 liter minyak goreng berhasil disita di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Eksportir mengelabui dengan tidak mencantumkan minyak goreng dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
 
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga yang juga menjabat sebagai Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono mengatakan, keberhasilan ini berkat koordinasi dan sinergi antarlembaga pemerintah dalam menjalankan perintah Presiden Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan akan menindak tegas setiap pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Veri dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Veri juga menekankan bahwa Kemendag akan terus berkomitmen meningkatkan sinergi dan kerja sama antarlembaga dalam hal pengawasan dan penegakan hukum di bidang perdagangan.
 
"Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kepolisian RI, Kejaksaan, dan Ditjen Bea Cukai dalam melakukan penegakan hukum di bidang perdagangan. Kegiatan hari ini merupakan implementasi dari MoU antara Kementerian Perdagangan, Polri, dan Ditjen Bea Cukai dalam meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di bidang perdagangan," ucap dia.
 
Sementara itu, Direktur Tertib Niaga Kemendag Sihard Hadjopan Pohan menjelaskan bahwa kontainer berisi minyak goreng yang diduga akan diekspor secara ilegal tersebut telah diamankan petugas.
 
"Pelaku usaha yang melanggar ekspor minyak goreng bisa dikenakan sanksi pidana paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar," imbuh Sihard Hadjopan Pohan.
 
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang LaranganSementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil, minyak goreng telah ditetapkan sebagai barang yang dilarang untuk diekspor terhitung sejak 28 April 2022.
 
Pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut diancam dengan sanksi sebagaimana diatur Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif