Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika meninjau stan peserta Pameran Produk Makanan dan Minuman Tahun 2022. Foto: dok Biro Humas Kemenperin.
Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika meninjau stan peserta Pameran Produk Makanan dan Minuman Tahun 2022. Foto: dok Biro Humas Kemenperin.

Kemenperin: Kontribusi Industri Mamin Tembus 37,77%

Husen Miftahudin • 05 Juli 2022 15:24
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan industri makanan dan minuman (mamin) pada kuartal I-2022 menyumbang lebih dari sepertiga atau sebesar 37,77 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.
 
"Peran dari sektor industri makanan dan minuman ini akan memberikan dampak signifikan terhadap industri pengolahan non migas maupun PDB nasional," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika pada Pameran Produk Makanan dan Minuman Tahun 2022 di Plaza Pameran Industri, Gedung Kemenperin, dikutip dari siaran pers, Selasa, 5 Juli 2022.
 
Putu mengemukakan, industri mamin tumbuh sebesar 3,75 persen pada kuartal I-2022 atau lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I-2021 yang mencapai 2,45 persen. "Industri makanan dan minuman adalah salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ditinjau dari sisi perdagangan internasional, ekspor produk mamin sampai kuartal I-2022 menembus USD10,92 miliar (termasuk minyak kelapa sawit), dan mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk mamin pada periode yang sama sebesar USD3,92 miliar.
 
"Dari sisi investasi, sampai dengan kuartal I-2022, realisasi investasi untuk sektor industri makanan dan minuman mencapai Rp19,17 triliun, terdiri dari PMDN sebesar Rp9,34 triliun dan USD684,98 juta untuk PMA," sebut Putu.
 
Kinerja industri mamin yang mulai membaik tersebut, menurutnya, tidak lepas dari kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga terkait hingga kalangan industri. "Sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan yang positif meski terkena dampak pandemi," imbuhnya.
 
Baca juga: Emiten Produk Makanan Akui Kenaikan Harga Pangan Dunia Belum Berdampak Negatif

 
Di sisi lain, pemerintah telah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi covid-19. Dengan pelaksanaan kebijakan tersebut, diharapkan kinerja industri mamin yang sebelum pandemi mampu tumbuh sekitar tujuh hingga sembilan persen dapat kembali gemilang.
 
Beberapa kebijakan PEN yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, antara lain pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah untuk beberapa komoditas bahan baku industri makanan dan minuman pada 2021. Tujuannya untuk mendorong peningkatan utilitas dan daya saing industri terutama pada masa pandemi covid-19.
 
"Di awal tahun ini, pemerintah juga telah memberlakukan kebijakan satu harga untuk minyak goreng sawit, yang kemudian di dukung kebijakan distribusi minyak goreng curah bersubsidi oleh BPDPKS yang berhasil mendorong percepatan distribusi untuk mengurangi kelangkaan minyak goreng curah," pungkas Putu.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif