Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin

Pemerintah Beri Sinyal Lanjutkan Reformasi Subsidi Energi di 2023

Annisa ayu artanti • 16 Maret 2022 17:39
Jakarta: Pemerintah memberi sinyal untuk kembali melanjutkan reformasi subsidi energi di 2023 yang harapannya berdampak positif terhadap terwujudnya ketahanan energi di Indonesia. Pemerintah akan melakukan perbaikan pada kebijakan-kebijakan energi.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan subsidi listrik dan LPG kedepannya direncanakan diintegrasikan ke dalam program-program bantuan pemerintah yang bersifat tertutup seperti kartu sembako atau bantuan sosial (bansos).

 
"Pelaksanaan reformasi kebijakan subsidi ini akan dilakukan secara bertahap dan harapannya di 2023," kata Febrio, dalam acara Reformasi Subsidi Bahan Bakar Fosil G20, Rabu, 16 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain subsidi listrik, lanjut Febrio, pemerintah akan kembali memberlakukan automatic tariff adjustment untuk pelanggan listrik nonsubsidi yang sudah berhenti sejak 2017. Pemberlakuan kebijakan ini mempertimbangkan beban kompensasi yang muncul antara selisih tarif yang dibayarkan pelanggan nonsubsidi dengan tarif keekonomian pelanggan listrik yang memberatkan.
 
Kendati demikian, ia menekankan, reformasi subsidi yang akan dilakukan pemerintah tidak langsung dilakukan dalam waktu tepat. Pemerintah akan mencari waktu yang tepat dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan harga komoditas yang tinggi saat ini.
 
"Kita harus terus perhatikan daya beli masyarakat dan juga di sisi lain kita lihat bagaimana pertumbuhan ekonomi momentumnya tetap kita jaga," pungkasnya.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif