Whizzy Growth, sebuah digital marketing agency yang berfokus pada pengembangan infrastruktur pertumbuhan digital berbasis data. Perusahaan ini membantu brand mengintegrasikan berbagai kanal digital seperti performance ads, marketplace, dan CRM agar strategi pemasaran dapat diukur secara lebih akurat.
Menurut CEO of Whizzy Growth Tommy Soependi, peningkatan traffic tetap penting, namun bukan lagi menjadi tujuan utama dalam strategi pemasaran digital.
“Traffic tetap penting, tetapi yang lebih krusial adalah bagaimana traffic tersebut dapat dikonversi menjadi penjualan yang terukur dan menghasilkan profit yang sehat. Tanpa sistem tracking, CRM, dan integrasi data, brand sering kali tidak mengetahui kanal mana yang benar-benar menghasilkan revenue,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Minggu, 15 Maret 2026.
Perubahan perilaku konsumen di era AI
Whizzy Growth menilai perubahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada cara konsumen mencari informasi di internet. Saat ini, semakin banyak pengguna yang memanfaatkan platform berbasis AI untuk mendapatkan jawaban yang lebih cepat dan ringkas.Perubahan ini mendorong brand untuk tidak hanya mengandalkan strategi Search Engine Optimization (SEO), tetapi juga mulai memahami konsep Generative Engine Optimization (GEO).
GEO merupakan pendekatan optimasi konten yang dirancang agar brand dapat muncul dalam jawaban yang dihasilkan oleh sistem pencarian berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, maupun Perplexity.
Berbeda dengan SEO yang berfokus pada peringkat halaman di mesin pencari, GEO lebih menekankan pada struktur konten, kredibilitas informasi, serta keterkaitan antar entitas agar mudah dipahami oleh sistem AI.
Infrastruktur digital jadi kunci pertumbuhan
Whizzy Growth menilai banyak brand masih mengandalkan strategi berbasis campaign marketing. Padahal, strategi tersebut dinilai belum cukup untuk menghasilkan pertumbuhan yang stabil.Brand yang memiliki pertumbuhan lebih konsisten umumnya membangun infrastruktur pertumbuhan digital (growth infrastructure) yang terintegrasi. Infrastruktur ini biasanya mencakup berbagai komponen seperti performance ads, marketplace, tracking funnel, CRM, hingga sistem pelacakan profitabilitas.
Dengan sistem tersebut, keputusan pemasaran tidak lagi didasarkan pada asumsi, tetapi pada data yang menunjukkan kanal mana yang benar-benar menghasilkan penjualan.
Peran marketplace dan social commerce
Selain kanal iklan digital, ekosistem marketplace dan social commerce juga menjadi pendorong pertumbuhan baru bagi banyak brand. Platform seperti Shopee dan TikTok Shop kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi sarana pemasaran melalui fitur seperti live shopping dan streaming commerce.Karena itu, integrasi antara iklan digital, marketplace, dan data pelanggan menjadi semakin penting agar brand dapat memahami performa penjualan secara menyeluruh.
Dalam praktiknya, banyak perusahaan juga memanfaatkan layanan marketplace enabler untuk membantu mengelola operasional penjualan di platform digital. Layanan ini mencakup berbagai aspek mulai dari optimasi produk, pengelolaan promosi, hingga strategi live commerce.
Semakin banyaknya kanal pemasaran digital membuat pengelolaan data menjadi tantangan tersendiri bagi brand. Tanpa sistem tracking yang kuat, perusahaan sering kesulitan mengetahui kanal mana yang benar-benar menghasilkan konversi.
Salah satu pendekatan yang digunakan Whizzy Growth adalah integrasi Meta Conversion API dengan sistem CRM milik brand. Melalui integrasi ini, data konversi tidak hanya berasal dari pixel browser, tetapi juga dari data transaksi yang tercatat langsung dalam sistem internal perusahaan.
Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan akurasi pelacakan data serta membantu optimasi iklan digital menjadi lebih efektif.
Menurut Whizzy Growth, kualitas dan integrasi data akan semakin penting di era AI, terutama ketika brand ingin mengoptimalkan strategi visibilitas digital melalui SEO maupun GEO.
Di tengah perubahan lanskap digital tersebut, Whizzy Growth menilai peran agensi tidak lagi sebatas menjalankan campaign pemasaran.
Perusahaan kini lebih membutuhkan mitra strategis yang mampu membantu membangun fondasi digital yang terukur dan berkelanjutan.
“Tujuan brand bukan hanya terlihat di banyak platform, tetapi bagaimana mereka bisa tumbuh secara berkelanjutan dan berbasis profit,” ujar perwakilan Whizzy Growth.
Perkembangan AI, meningkatnya kompleksitas kanal digital, serta pentingnya integrasi data membuat brand perlu membangun infrastruktur pertumbuhan digital yang lebih matang. Dengan fondasi tersebut, strategi pemasaran dapat dijalankan secara lebih terukur dan adaptif terhadap perubahan ekosistem digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News