Kemasan yang tepat menjadi salah satu kunci agar barang tetap aman selama proses pengiriman. Foto: Ilustrasi.
Kemasan yang tepat menjadi salah satu kunci agar barang tetap aman selama proses pengiriman. Foto: Ilustrasi.

Tujuh Cara Packing Barang agar Lebih Aman Selama Pengiriman

Arif Wicaksono • 20 Juli 2026 15:27
Jakarta: Kemasan yang tepat menjadi salah satu kunci agar barang tetap aman selama proses pengiriman. Baik untuk mengirim produk UMKM, perlengkapan rumah tangga, barang elektronik, maupun benda pecah belah, teknik packing yang benar dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat benturan saat distribusi.
 
Baca juga:    Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Menteri UMKM: Warung hingga Kafe Ikut Panen Rezeki

 
Masih banyak pengirim yang kurang memperhatikan cara mengemas barang. Penggunaan kardus yang terlalu besar, pelindung yang minim, hingga adanya ruang kosong di dalam kemasan dapat membuat barang bergeser dan lebih mudah rusak selama perjalanan.
 
Untuk membantu masyarakat mengemas barang dengan lebih aman, J&T Cargo membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan sebelum paket dikirim.

Menurut Network Training Supervisor J&T Cargo Indonesia, Muhammad Danu Permadi, risiko kerusakan barang dapat ditekan sejak awal dengan memilih metode packing yang sesuai dengan jenis barang yang akan dikirim.
 
"Persiapan kemasan yang tepat menjadi salah satu langkah penting untuk membantu melindungi barang selama proses pengiriman. Karena itu, metode packing sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik setiap barang agar perlindungannya lebih optimal," ujarnya.
 
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Bungkus barang dengan bubble wrap secara menyeluruh

Pastikan seluruh permukaan barang tertutup bubble wrap, terutama bagian sudut, sisi, atau permukaan yang paling rentan mengalami benturan.

2. Gunakan kardus yang kuat dan ukurannya pas

Pilih kardus yang masih kokoh dan sesuai dengan dimensi barang. Kardus yang terlalu besar dapat membuat isi paket bergeser saat proses pengiriman.

3. Isi ruang kosong di dalam kemasan

Tambahkan bahan pelindung seperti foam, kertas, atau bubble wrap pada ruang kosong agar posisi barang tetap stabil dan tidak mudah terguncang.

4. Berikan perlindungan tambahan pada bagian sensitif

Untuk barang yang memiliki pegangan, kaca, atau sudut tajam, gunakan lapisan pelindung ekstra guna membantu mengurangi risiko kerusakan.

5. Tutup kardus menggunakan lakban berkualitas

Rekatkan seluruh sisi kardus dengan lakban yang kuat agar kemasan tetap rapat dan tidak mudah terbuka selama proses distribusi.

6. Terapkan metode double box untuk barang bernilai tinggi

Barang pecah belah, elektronik, atau barang bernilai tinggi sebaiknya dikemas menggunakan dua lapis kardus dengan bantalan di antaranya sebagai perlindungan tambahan.

7. Tempelkan label "Fragile"

Pemberian label "Fragile" atau "Mudah Pecah" dapat menjadi penanda bahwa paket memerlukan penanganan yang lebih hati-hati selama proses pengiriman.
 
Selain teknik packing, pemilihan material kemasan juga tidak kalah penting. Gunakan kardus yang masih layak pakai, bubble wrap, foam, atau bahan pelindung lainnya sesuai karakteristik barang yang dikirim.
 
Danu berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengemasan yang baik sebelum mengirim barang. Dengan kemasan yang tepat, risiko kerusakan dapat ditekan sehingga barang memiliki peluang lebih besar tiba di tujuan dalam kondisi baik.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan