Uang kertas Rp100.000 bertandatangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Uang kertas Rp100.000 bertandatangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu

Purbaya dan Perry Tak Lagi Menjabat, Kenapa Uangnya Masih Dicetak BI?

Annisa ayu artanti • 25 September 2026 14:57
Ringkasnya gini..
  • BI masih mencetak rupiah tahun 2026 bertanda tangan Purbaya dan Perry karena produksi uang dilakukan bertahap.
  • Uang bertanda tangan Purbaya dan Perry tetap sah meski keduanya sudah tidak menjabat.
Jakarta: Uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo ternyata masih diproduksi Bank Indonesia (BI). 

Padahal, Purbaya sudah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo juga telah meninggalkan posisi Gubernur BI.

Kondisi ini sempat menarik perhatian karena uang bertanda tangan kedua mantan pejabat tersebut tengah diburu sejumlah kolektor. 

Namun, BI menegaskan pencetakan uang dengan tanda tangan pejabat sebelumnya merupakan bagian dari proses rutin pengelolaan uang rupiah.

"Cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun kita cetak uang," kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal di Bank Indonesia, dikutip dari Metrotvnews.com, Jumat, 25 September 2026.
   

Kenapa BI Masih Cetak Uang Bertanda Tangan Purbaya?

Destry menjelaskan pencetakan uang dilakukan untuk memastikan kebutuhan uang kartal masyarakat tetap terpenuhi. Kebutuhan tersebut masih ada meskipun transaksi digital semakin berkembang.

Uang tunai juga tetap dibutuhkan masyarakat di berbagai daerah yang belum memiliki akses optimal terhadap layanan dan transaksi digital.

Karena itu, BI setiap tahun melakukan proyeksi kebutuhan uang beredar sebelum menentukan jumlah uang yang perlu diproduksi.

"Pada awal itu selalu kami bicarakan dengan pemerintah, kira-kira berapa target dari uang beredar nanti di dalam satu periode," jelas dia.

Pencetakan Uang Tidak Dilakukan Sekaligus

Salah satu alasan uang dengan tanda tangan Purbaya dan Perry masih bisa dicetak setelah keduanya tidak menjabat adalah proses produksi uang memang tidak dilakukan sekaligus dalam satu waktu.

Destry mengatakan pencetakan rupiah dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan uang kartal.

Artinya, produksi uang tahun cetak 2026 yang sudah ditetapkan sebelumnya tetap dapat berjalan meskipun terjadi pergantian pejabat di tengah proses tersebut.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan