Strategi tersebut dibahas Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam pertemuan dengan Direktur Utama PalmCo pada Senin, 31 Agustus 2026.
Transformasi PalmCo diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas ekspor, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan dalam rantai industri sawit global melalui hilirisasi.
“Yang dulunya kita semuanya majority adalah di dalam negeri, sekarang kita ingin kita penetrasi ke ekspor, dari kelebihan DMO yang kita miliki, kita bisa ekspor, itu tahap satu,” ujar Dony dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa, 1 September 2026
| Baca juga: Biodiesel Jadi Cara Ngurangin Ketergantungan Bahan Bakar Fosil |
Danantara Siapkan Hilirisasi Sawit di Luar Negeri
Tidak berhenti pada ekspor, PalmCo juga menyiapkan langkah hilirisasi di pasar global melalui rencana pembangunan refinery atau fasilitas pengolahan minyak di luar negeri. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing PalmCo di tengah persaingan industri sawit global.“Kedepannya kita mau bangun refinery di luar, sehingga kita nanti bisa menjadi refined palm oil,” ujar Dony.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi PalmCo untuk memperluas jangkauan bisnis dari yang sebelumnya berorientasi pada pasar domestik menjadi perusahaan dengan kapasitas dan daya saing di tingkat global.