Ilustrasi. Foto: Antara/Hafidz A. Mubarak
Ilustrasi. Foto: Antara/Hafidz A. Mubarak

Inovasi Jadi Kunci untuk Industri Menghadapi Tantangan Pandemi

Ekonomi perindustrian Virus Korona industri manufaktur Kenormalan Baru
Eko Nordiansyah • 08 Oktober 2020 22:41
Jakarta: Pandemi covid-19 menambah tantangan yang ada dan mendatangkan kerentanan baru bagi produsen di seluruh dunia. Gangguan serius pada rantai pasokan, kekurangan material secara tiba-tiba, dan perubahan permintaan yang tajam membuat para produsen bergulat untuk bisa beradaptasi dengan perubahan.
 
Manufaktur padat karya sangat terpukul oleh langkah-langkah penanganan covid-19. Namun, langkah tersebut juga memberikan peluang bagi para produsen yang berfokus pada tenaga kerja dan memikirkan kembali operasi mereka, sehingga produksi tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan efisiensi biaya.
 
Direktur Regional APAC Universal Robots James McKew mengatakan pemilik bisnis dan para operator di Asia Pasifik harus benar-benar dapat mengatur biaya, menciptakan nilai, dan keuntungan. Para pemimpin global robot kolaboratif (cobot), menilai teknologi bisa dimanfaatkan di negara seperti Singapura dan kota metropolitan lainnya di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cobot pastinya bisa sangat membantu dalam memaksimalkan ruang di mana operator manusia dan cobot bisa bekerja bersama-sama untuk mencapai tingkat produksi tertinggi, sambil mematuhi pedoman jarak fisik yang diperlukan di tengah pandemi ini," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Cobot-cobot ini telah menjadi alat yang gesit dan sempurna, yang dapat diaplikasikan secara inovatif di seluruh dunia, terutama di pasar ASEAN, yang sedang berkembang. Apalagi tingkat adopsi cobot dan robot industri lainnya terus melampaui pasar yang ada di negara Barat yang sudah mapan.
 
Hal tersebut disebabkan cobot dari Universal Robots, pada saat dioperasikan, tidak lagi memerlukan insinyur profesional atau pengembang perangkat lunak. Siapa pun yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan tablet grafis sederhana akan dapat memerintahkan dan mengontrol cobot tersebut, setelah mendapatkan beberapa pelatihan dasar.
 
Misalnya, cobot sudah bisa diaplikasikan di bidang medis karena krisis covid-19, untuk aplikasi seperti test swab, sterilisasi, dan desinfeksi secara mobile, termasuk desinfeksi sandaran tangan kursi pesawat yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan cedera dan infeksi pada penumpangnya.
 
Presiden Robot Universal Jurgen von Hollen menambahkan, di dunia yang selalu saja berubah dan tidak stabil ini, tidak mungkin bisa dengan mudah memperkirakan tren di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan manapun untuk bersikap fleksibel dan gesit.
 
"Bisnis dan para pemimpinnya harus memanfaatkan teknologi terbaik yang tersedia, seperti cobot ini, untuk bisa menjadi inovatif, agar dapat secara dinamis menyesuaikan diri dengan situasi dan krisis yang ada sekarang, dan untuk menyesuaikan infrastruktur yang ada, agar memenuhi kebutuhan organisasi dan pelanggan," ungkapnya.
 
Sementara itu, Direktur Otomasi dan Robotika DF Dr Yeong memperkirakan cobot akan tumbuh secara eksponensial dalam waktu dekat di kawasan Asean, terutama di segmen usaha kecil dan menengah (UKM). Menurut dia, pandemi covid-19 telah mempercepat adopsi cobot pada banyak industri.
 
"Saya yakin Universal Robots akan menjadi pemimpin terdepan dalam mengarahkan pengembangan dan adopsi cobot di wilayah kami, membantu bisnis agar sukses melawan tingkat keusangan, terutama karena cobot sangatlah mudah dipelajari dan dioperasikan," pungkas dia.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif