"Sekarang kondisi penularan atau positivity rate sudah mulai turun, namun tetap kita tidak boleh terlena, harus tetap waspada," katanya dalam webinar IAEI di Jakarta, Selasa, 6 April 2021.
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ini, muncul varian baru covid-19 yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. Karena hal itu, sejumlah negara di Eropa kembali melakukan lockdown atau pembatasan sosial secara ketat.
"Jika mengikuti berita internasional, Prancis, Italia, dan Jerman, mereka melakukan lockdown kembali. Dan itu berarti dampak ke masyarakat, sosial, dan ekonomi semakin besar," kata dia.
Saat ini, kasus covid-19 yang sudah terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai 131 juta jiwa dengan korban meninggal 2,86 juta jiwa. Sementara di Indonesia, kasus positif covid-19 sebanyak 1,53 juta jiwa dengan jumlah kematian sekitar 41.800 jiwa.
Di India sebagai negara yang sudah bisa memproduksi vaksin pun mengalami kenaikan kasus covid-19. Hal tersebut harus menjadi perhatian dari pemerintah. Apalagi Filipina sebagai negara tetangga juga mengalami lonjakan kasus covid-19.
"Ini bukan sebuah tantangan yang biasa, extraordinary atau luar biasa sifatnya. Oleh karena itu, pemerintah melakukan langkah-langkah extraordinary. Fenomena yang tidak terjadi setiap tahun atau 10 tahun, ini terjadi 100 tahun. Tantangan dan dampak dari sisi policy kebijakan ekonomi, yang memiliki implikasi bagi kita semua bagi bangsa Indonesia dan dunia," kata Sri Mulyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News