LPEI memberikan pelatihan dan pendampingan melalui program jasa konsultasi. Foto: dok. LPEI
LPEI memberikan pelatihan dan pendampingan melalui program jasa konsultasi. Foto: dok. LPEI

Dorong Ekspor, LPEI Beri Pelatihan Petani Kawasan Agrowisata Ijen Banyuwangi

Eko Nordiansyah • 01 Juni 2021 14:50
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank memberikan pelatihan dan pendampingan melalui program jasa konsultasi. Pelatihan diberikan kepada petani beras dan kopi di wilayah Ijen Banyuwangi di bawah naungan Koperasi Klaster Ijen Banyuwangi (KKIB) dengan didampingi oleh PT Souvantara Portaverda Gemilang (Souvantara).
 
Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto mengatakan, peningkatan kualitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat lokal, pembangunan infrastruktur, pengembangan koperasi dan komoditi unggulan daerah setempat diharapkan membantu mewujudlan pengembangan ekonomi kerakyatan.
 
"Disitulah peran LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI senantiasa berupaya untuk meningkatkan kapasitas daerah agar dapat melakukan kegiatan wilayah," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 1 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelatihan diberikan selama tujuh bulan kepada 10 ketua kelompok tani yang merupakan anggota dari KKIB yang tersebar dari tiga Desa yaitu, Desa Paspan, Tamansari, dan Telemung. Selain pelatihan, pendampingan juga diberikan agar para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperolehnya selama pelatihan pada kegiatan usahanya.
 
"Pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu para petani beras dan kopi khususnya di Kawasan Ijen, Banyuwangi agar memahami rantai produksi dari hulu hingga hilir yang sesuai dengan standar ekspor. Hal ini tentu saja untuk menghasilkan kualitas produk yang berorientasi ekspor sehingga dapat meningkatkan daya saing produk tersebut," ungkapnya.
 
Dengan memiliki sertifikasi organik, diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan daya jual komoditi asal Banyuwangi di pasar global. Apalagi kawasan Taman Nasional Agrowisata Kawasan Ijen ini terkenal dengan keindahan alamnya, sehingga dijadikan tujuan wisata baik oleh turis lokal maupun mancanegara.
 
Menurut data yang diolah Indonesia Eximbank (IEB) Insititute, Banyuwangi merupakan daerah penghasil beras terbesar keenam di Jawa Timur dengan produksi beras mencapai 265 ribu ton. Sementara itu, total produksi beras nasional mencapai 9,94 juta ton selama 2020.
 
Dari komoditi kopi menunjukkan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan produksi tertinggi di Indonesia. Produksi kopi Jawa Timur pada 2020 mencapai 48,5 ribu ton atau 6,4 persen dari total produksi kopi nasional dan produksi kopi Banyuwangi sebesar 12,6 ribu ton atau 15,8 persen dari total produksi kopi Jawa Timur.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif