Pemberian bantuan tersebut dilakukan untuk mendukung laju sektor pertanian sejalan dengan era 4.0. Hal itu ditandai dengan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) sebagai stimulus untuk menggenjot produktivitas. Sebagai sektor yang vital, pertanian harus tetap bergerak tak boleh terganggu oleh apapun guna memenuhi kebutuhan pangan.
"Maka, perbengkelan ini menjadi penting untuk pemeliharaan dan perawatan alsintan. Perbengkelan alsintan ini juga sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dikutip siaran pers, Jumat, 16 Juli 2021.
Direktur Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan perbengkelan ini direalisasikan untuk memperbaiki dan merawat alsintan yang penggunaannya amat membantu petani dalam proses budidaya pertanian. Ketika terjadi kerusakan, perbengkelan dapat dengan sigap memperbaiki alsintan sehingga tdk mngganggu kinerja petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
"Perbengkelan alsintan ini untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi dan sebagai upaya perawatan. Di sisi lain, perbengkelan alsintan dimaksudkan untuk terus menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan pendapatan petani," kata Ali.
Dikatakannya, program perbengkelan alsintan sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yaitu menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor.
"Sejauh ini, Kementan telah menyalurkan alsintan ke daerah-daerah sentra produksi pangan untuk mendukung budidaya pertanian mereka. Dukungan juga diberikan berupa perbengkelan alsintan agar keberlanjutannya dapat terus berlangsung, sehingga memerlukan layanan pemeliharaan, perbaikan dan penyediaan suku cadang," kata Ali.
Ali tak memungkiri penerapan mekanisasi pertanian memerlukan dukungan perbengkelan yang dalam pelaksanaannya dapat dilakukan oleh lembaga UPJA.
Ditambahkan oleh Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan Andi Nur Alam Syah, fasilitas perbengkelan alsintan UPJA Sri Rahayu dibangun di atas lahan seluas 35 hektare. Saat ini alsintan yang sudah dimiliki UPJA adalah dua unit traktor roda 2, dua unit pompa air, satu unit cultivator, dan dua unit alat tanam jagung.
"Dengan perbengkelan alsintan yg dimiliki UPJA diharapkan dapat membantu modernisasi pertanian pada lahan pertanian di daerah tersebut serta meningkatkan kesejahteraan anggota UPJA," kata Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News