Ilustrasi. Foto: Dok. Chandra Asri
Ilustrasi. Foto: Dok. Chandra Asri

Chandra Asri Raih Komitmen Investasi Rp24,62 Triliun

Husen Miftahudin • 29 Juli 2021 22:40
Jakarta: PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) telah memilih Thai Oil Public Company Limited (Thaioil) sebagai investor strategis. Rencananya, total investasi yang digelontorkan Thaioil dan SCG Chemicals Co Ltd (SCG Chemicals) ke Chandra Asri mencapai USD1,7 miliar atau setara Rp24,62 triliun (kurs Rp14.482 per USD).
 
Chandra Asri telah menandatangani perjanjian-perjanjian definitif untuk dilanjutkan ke penambahan modal di Chandra Asri melalui Penawaran Umum Terbatas yang akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). investasi Thaioil dilakukan melalui anak perusahaan yang akan bertindak sebagai standby buyer untuk menjamin keberhasilan transaksi ini.
 
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Chandra Asri Erwin Ciputra mengatakan, hasil bersih yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi kedua Chandra Asri yang berskala global oleh anak perusahaan, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"CAP2 terdiri dari unit cracker, polymerized olefins, serta fasilitas dan utilitas terkait. Hal ini sejalan dengan strategi Chandra Asri untuk memperluas kapasitas produksi dan skala usaha dalam melayani kebutuhan pasar Indonesia," ujar Erwin dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Juli 2021.
 
Adapun total perkiraan investasi Thaioil yang memperoleh 15 persen kepemilikan saham di Chandra Asri setelah right issue. Sementara SCG Chemicals mempertahankan sekitar 30,57 persen kepemilikan saham di Chandra Asri yang mencapai USD1,3 miliar.
 
"Transaksi ini  masih mensyaratkan persetujuan regulator yang berlaku, termasuk dari OJK dan diharapkan selesai selambat-lambatnya 30 September 2021," paparnya.
 
Bila melihat keberhasilan Final Investment Decision (FID) untuk CAP2 yang ditargetkan pada 2022, Thaioil dan SCG Chemicals dapat selanjutnya secara kolektif berinvestasi hingga USD0,4 miliar. Dengan demikian, total investasi ke TPIA mencapai USD1,7 miliar.
 
"Metode investasi selanjutnya ditentukan oleh para pihak pada tahap selanjutnya dan tetap tunduk pada persetujuan pemegang saham Chandra Asri serta otoritas pemerintah terkait di Republik Indonesia," tegas dia.
 
Menurut Erwin, hasil dari right issue akan secara signifikan meningkatkan rencana perusahaan untuk mengembangkan kompleks petrokimia kedua seiring dengan langkah perseroan untuk mempercepat pengambilan FID pada 2022.
 
Hal ini juga menjadi bagian dari strategi inti perseroan untuk memberikan pertumbuhan transformasional dalam melayani kebutuhan Indonesia, mendukung perluasan pelanggan, dan mengembangkan industri petrokimia dalam negeri.
 
"Semua ini sepenuhnya sejalan dengan seruan Presiden Joko Widodo dan pemerintah untuk mempromosikan kemandirian dan substitusi impor. Kami senang memiliki Thaioil, kilang terbesar di Thailand sebagai mitra pertumbuhan kami, yang meningkatkan keamanan pasokan bahan baku dan memperkuat posisi kami sebagai perusahaan petrokimia terkemuka dan menjadi pilihan di Indonesia," sebutnya.
 
PT Barito Pacific Tbk sebagai pemegang saham utama Chandra Asri bersama SCG Chemicals, mendukung penuh aksi korporasi ini untuk menyuntikkan ekuitas ke Chandra Asri. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Barito Pacific Agus Salim Pangestu mengatakan bahwa pihaknya percaya pada pertumbuhan melalui kemitraan.
 
"Saya senang memiliki Thaioil sebagai investor fundamental lainnya di Chandra Asri, setelah melalui seleksi Investor Strategis yang kuat dan proses yang komprehensif," tuturnya.
 
Agus Salim berharap dapat bekerja sama untuk mewujudkan CAP2 dan menciptakan dampak beyond returns yang membangun nilai berkelanjutan bagi orang-orang, bisnis dan masyarakat di dalam dan di luar Indonesia.
 
"Kerja sama ini menciptakan peluang dan lingkungan yang luar biasa untuk mewujudkan visi ini, dan kami menanti fase selanjutnya untuk perjalanan bersama ini," ucapnya.
 
Investasi di CAP2 diproyeksikan sekitar USD5 miliar. Konstruksi diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat tahun sampai lima tahun dengan menciptakan 25 ribu lapangan pekerjaan selama periode tersebut. Ini akan menggandakan kapasitas produksi perseroan dari saat ini 4,2 juta ton per tahun menjadi lebih dari delapan juta ton per tahun.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif