Melansir laman Sahabat Pegadaian, mesin, gedung, dan alat transportasi adalah beberapa contoh aset bisnis yang cenderung mengalami depresiasi.
Apa itu depresiasi
Pengertian depresiasi seringkali diartikan hanya dalam konteks mata uang, padahal penggunaanya dalam dunia bisnis jauh lebih luas. Mengutip laman OCBC, depresiasi dalam bisnis adalah penyebab dari konsumsi biaya aktiva yang menimbulkan penurunan nilai aset.
Hal ini sering digunakan dalam akuntansi untuk menghitung usia aset. Semakin lama atau intens digunakannya aset, maka kualitas dan kuantitas kerjanya akan berkurang. Pengurangan fungsi tersebut merupakan biaya depresiasi.
Faktor depresiasi
Berikut ini faktor pengaruh dari depresiasi antara lainnya:
Harga perolehan
Harga perolehan adalah harga awal saat perusahaan membeli aset pertama kali. Saat akuntan atau divisi keuangan melakukan perhitungan biaya depresiasi setiap beberapa periode, maka harga perolehan menjadi tolok ukur pertama.
Nilai residu
Nilai residu yaitu nilai terakhir aset setelah tidak dapat didepresiasi lagi. Banyak perusahaan memiliki benchmark untuk nilai residu aset yang ideal. Setelah itu, aset dapat dipindahtangankan sekaligus mempertahankan nilai residu yang tersisa dalam kepemilikan bisnis.
Estimasi masa manfaat
Estimasi masa manfaat adalah faktor lain yang memengaruhi biaya depresiasi. Selain nilai residu dan harga perolehan, perusahaan sering memiliki ekspektasi kapan suatu aset dianggap terdepresiasi sepenuhnya. Hal itu dapat berkisar dari beberapa bulan hingga 10 tahun tergantung pada kebijakan perusahaan.
Pemakaian
Proses pemakaian aset dalam jangka waktu tertentu sangat memengaruhi depresiasi, terutama usia aktiva. Semakin intensif pemakaiannya, maka estimasi waktu habis manfaatnya semakin cepat. Rumus depresiasi umumnya dapat dilibatkan untuk penjumlahan beban selama jangka waktu depresiasi.
| Baca juga: Pentingnya Memahami Pengertian Market Cap bagi Investor Kripto |
Rumus cara menghitung depresiasi
Depresiasi dapat dihitung dengan berbagai metode, berikut metode dan rumusnya.
Metode garis lurus
Metode depresiasi adalah metode garis lurus. Metode ini menghitung depresiasi dengan mengasumsikan penurunan nilai aset berdasarkan waktu, bukan pemakaian. Namun, asumsi ini membuat metode garis lurus dianggap kurang akurat karena konsumsi aset dianggap sama antarperiode.
Rumus metode garis lurus yaitu:
Nilai Penyusutan = Harga Pendapatan - Nilai Residu : Usia Ekonomis.
Metode beban menurun
Metode depresiasi beban menurun adalah cara menghitung depresiasi menggunakan total pendapatan tahunan dan penurunan saldo sebagai acuan. Dengan ini, beban penyusutan akan lebih besar pada periode awal, tetapi mengecil di periode berikutnya.
Rumus metode beban menurun yaitu:
Nilai Penyusutan = Harga Beli Aset x Persentase Penyusutan.
Metode aktivitas
Metode depresiasi adalah metode aktivitas. Cara menghitung depresiasi ini berdasarkan penggunaan aset. Maka dari itu, metode ini mengukurnya dari produktivitas aset.
Rumus metode aktivitas yaitu:
Depresiasi = [(Biaya Perolehan - Nilai Residu) × Estimasi Usia Penggunaan] : Usia Produktif.
Metode depresiasi khusus
Metode depresiasi khusus ialah cara menghitung depresiasi sesuai metode yang ditetapkan oleh perusahaan atau akuntan. Tujuannya adalah untuk mengetahui manfaat dari penurunan nilai aset.
Dalam metode ini tidak diperlukan rumus depresiasi, tetapi metode kelompok dan metode campuran digunakan. Metode kelompok untuk mengukur aktiva homogen dengan fungsi serupa, sementara metode campuran didasarkan pada kebijakan akuntan.
Metode saldo menurun ganda
Metode depresiasi saldo menurun ganda merupakan cara menghitung depresiasi dengan mengambil biaya penyusutan garis lurus tanpa nilai residu lalu dilipatgandakan. Metode Ini memungkinkan pengukuran depresiasi dengan nilai buku aset di awal setiap periode waktu.
Rumus Metode Saldo Menurun Ganda yaitu:
Depresiasi = (Harga Perolehan : Usia Ekonomis) × 2.
Metode unit produksi
Metode unit produksi akan menghitung depresiasi dengan merinci perhitungan aset berdasarkan satuan waktu (jam) dan berat (kg).
Rumus metode unit produksi yaitu:
Depresiasi = (Harga pendapatan - Nilai residu) x (Pemanfaatan aset : Estimasi usia). (Indy Tazkia Aulia)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News