Jakarta: Kebijakan pemerintah mendorong pembagian hasil yang lebih adil antara pengemudi ojek online (ojol) dan perusahaan aplikator mulai dirasakan oleh para pengemudi. Presiden Prabowo Subianto menyebut penurunan potongan yang dikenakan aplikator berdampak pada peningkatan penghasilan pengemudi.
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan sebelumnya pengemudi ojol hanya menerima sekitar 80 persen dari nilai pekerjaan yang mereka lakukan. Sementara itu, sekitar 20 persen menjadi bagian aplikator
| Baca juga: Menhub Pastikan Tarif Ojol Tetap, Meski Potongan Komisi Aplikator Dipangkas Jadi 8 Persen |
Namun melalui rekomendasi pemerintah, porsi yang diterima pengemudi kini meningkat menjadi 92 persen. "Para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari jerih payah mereka," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, perubahan pembagian hasil tersebut memberikan dampak langsung terhadap pendapatan pengemudi. Ia menyebut sejumlah pengemudi bahkan melaporkan kenaikan penghasilan secara signifikan.
"Banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan. Ada yang naik dua kali, bahkan ada yang mengatakan dia naik tiga kali," ujarnya.
Prabowo menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi rakyat. Ia menempatkan UMKM dan para pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojol, sebagai bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
Menariknya, Prabowo memilih istilah "rekomendasi pemerintah" ketimbang intervensi ketika menjelaskan kebijakan tersebut.
"Tapi dengan rekomendasi pemerintah, saya enggak mau sebut intervensi. Saya pakai istilah rekomendasi. Tapi sebetulnya ya agak-agak intervensi juga, ya," kata Prabowo.
Kebijakan pembagian hasil ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di tengah berkembangnya ekonomi berbasis platform digital.
Bagi pengemudi ojol, semakin kecil potongan yang dibayarkan kepada aplikator berarti semakin besar bagian pendapatan yang dapat dibawa pulang. Dengan demikian, kenaikan persentase bagi hasil berpotensi meningkatkan pendapatan bersih pengemudi, terutama bagi mereka yang memiliki intensitas kerja tinggi.
Pemerintah juga menilai penguatan posisi pekerja dalam ekosistem ekonomi digital penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi turut memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda