Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.

Bahlil: Investasi Baterai Listrik Perusahaan Inggris di Indonesia Hal Tepat

Eko Nordiansyah • 25 Maret 2022 10:24
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menilai kerja sama perusahaan asal Inggris BritishVolt dengan PT Vektr Mobiliti Indonesia (VKTR) di bidang elektrifikasi kendaraan merupakan hal yang tepat. Apalagi Indonesia kini sedang mendorong industri kendaraan listrik mulai dari hulu sampai ke hilir.
 
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Anindya N. Bakrie mewakili VKTR dan CEO BritishVolt Orral Nadjari, dan diikuti Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Anggota Parlemen Inggris Lord Aamer Safraz dan Richard Graham, serta Presiden Confederation of British Industries Lord Karan Bilimoria.
 
Bahlil menyampaikan kemitraan strategis antara VKTR dengan BritishVolt menjadi salah satu rencana investasi potensial asal Inggris yang akan dikawal karena sejalan dengan visi besar pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi untuk menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi sumber daya alam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapan saya apabila di antara kedua pemerintah sudah menjalankan perannya dengan baik, maka hubungan business-to-business antar pelaku usaha dari kedua negara pun akan berjalan dengan baik, dalam hal ini kami akan memastikan seluruh perizinan dan insentif melalui satu pintu, yaitu Kementerian Investasi," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat, 25 Maret 2022.
 
BritishVolt merupakan perusahaan Inggris yang memproduksi baterai kendaraan listrik rendah karbon. Sementara itu, VKTR dibentuk sebagai spin off dari PT Bakrie Autoparts, anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk di sektor industri komponen otomotif yang berfokus pada penelitian dan pengembangan solusi teknologi digital terkait sektor elektrifikasi industri transportasi.
 
Penandatanganan ini merupakan wujud dari komitmen Indonesia dalam upaya pencapaian target net-zero emission pada 2060 yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan COP26 pada Oktober 2021 di Glasgow yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini selaras dengan salah satu pilar utama Presidensi G20 Indonesia yaitu transisi energi yang ramah lingkungan.
 
Kementerian Investasi/BKPM berkomitmen penuh dalam menyukseskan percepatan transisi energi yaitu dengan mendorong investasi yang berkelanjutan dan penerapan energi baru terbarukan (EBT) dengan mengundang investor dari berbagai negara. Saat ini investasi baterai listrik di Indonesia berasal dari Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan.
 
Bahlil menambahkan, rencana kerja sama investasi antara VKTR dengan BritishVolt ini merupakan yang pertama dari Eropa dalam konteks pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Ia menegaskan, investasi di sektor industri baterai listrik di Indonesia saat ini berada di jalur yang tepat.
 
"Sebagaimana selalu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa Presidensi G20 Indonesia tidak hanya sekedar menghasilkan narasi atau deklarasi, tetapi momentum ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan terobosan dan aksi nyata yang dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi global," pungkas Bahlil.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif