Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI.

Erick Thohir Larang Pelita Air Garap Rute Internasional

Ekonomi BUMN Kementerian BUMN Erick Thohir Pelita Air
Annisa ayu artanti • 29 April 2022 12:56
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melarang pengeluaran izin terbang untuk rute internasional maskapai Pelita Air. Hal itu diungkapkannya lantaran ia menginginkan Pelita Air menjadi tulang punggung industri penerbangan domestik dan fokus menggarap rute-rute domestik saja. Dia bilang, potensi penerbangan domestik sangat besar.
 
"Saya meminta dan mengharuskan Pelita Air yang akan menjadi salah satu tulang punggung pembangunan industri penerbangan domestik, bukan internasional. Catat ini, kalau ada izin untuk internasional jangan dikeluarkan," tegas Erick, dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 April 2022.
 
Berdasarkan data sebelum pandemi covid, Erick menyebutkan jumlah turis mayoritas berasal dari wisatawan domestik sebesar 72 persen dengan nilai ekonomi mencapai Rp1.400 triliun. Angka ini cukup jauh jika dibandingkan kontribusi 28 persen wisatawan mancanegara dengan nilai ekonomi sekitar Rp300 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya, ada potensi luar biasa yang selama ini belum dimaksimalkan BUMN dalam sektor penerbangan domestik," ucap Erick.
 
Erick mengatakan, kehadiran Pelita Air juga merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam mewujudkan keseimbangan ekonomi di industri pesawat terbang Tanah Air. Terlebih, dengan melonjaknya harga tiket pesawat saat ini.
 
"Harga tiket mahal sekali di mana-mana, BUMN tugasnya mengintervensi ketika ketidakseimbangan terjadi, makanya kita luncurkan Pelita Air sebagai penyeimbang pasar. Kita tidak mau pasar besar Indonesia jadi monopoli atau oligopoli," ungkap Erick.
 
Erick juga menekankan mengenai pemerataan ekonomi. Keberadaan pasar besar tak berarti Indonesia harus tunduk dengan negara lain atau pasar sebesar ini dimonopoli oleh sebagian besar saja.
 
"Pelita Air harus menjadi paradigma baru industri penerbangan Indonesia. Pelita harus jadi juga bagian dari bagian dalam menyehatkan industri pesawat terbang kita," pungkas Erick.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif