PLN. Foto : PLN.
PLN. Foto : PLN.

PLN Siapkan Energi untuk Industri Pertambangan Bijih Besi di Kalsel

Antara • 27 Juni 2022 17:48
Banjarmasin: PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan energi listrik untuk pengembangan bisnis PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) di sektor pertambangan bijih besi di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
 
General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) Josua Simanungkalit menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan PT SILO yang perlu daya listrik hingga 75 mega volt ampere (MVA), pihaknya saat ini terus berproses membangun 111 tower yang membentang sepanjang 74,92 kilometer sirkuit (kms).
 
"Progres pembangunan hingga saat ini sudah mencapai 57,27 persen," ujarnya, dikutip dari Antara, Senin, 27 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebutuhan tegangan tinggi tersebut, kata dia, akan diakomodasi melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Selaru-Sebuku yang dalam tahap pembangunan tersebut.
 
Salah satu dasar pembangunan SUTT itu, kata dia, merupakan tindak lanjut atas Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PLN dengan PT SILO pada 2021.
 
"Pengembangan bisnis dari PT SILO saat ini yaitu menyiapkan sebuah kawasan perindustrian khusus yang terlengkap di dunia. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi itu sedang menyiapkan areal yang dinamakan Sebuku Indonesia Industrial Park (SIIP)," ujarnya.
 
Proyek SUTT tersebut, kata dia, saat ini masuk ke tahap pembangunan pondasi dan pendirian tower. Adapun tantangan yang saat ini dihadapi pihaknya yaitu pembangunan enam tower yang berada di atas Selat Sebuku.
 
"Dengan koordinasi dan pengawasan yang ketat bersama kontraktor pembangunan dan seluruh stakeholder yang terlibat, kita yakin dapat melalui seluruh hambatan dalam pembangunan," ujarnya.
 
Pembangunan SUTT 150kV Selaru-Sebuku, kata dia, juga mempunyai misi mewujudkan konsumsi listrik yang berkeadilan untuk seluruh masyarakat.
 
"Dengan beroperasinya SUTT 150kV Selaru-Sebuku nanti, ada sebanyak 1.981 pelanggan PLN di Pulau Sebuku akan segera nikmati listrik selama 24 jam," ujarnya.
 
Ribuan pelanggan tersebut, kata dia, saat ini hanya bisa menikmati listrik selama 12 jam dalam sehari, karena hanya disuplai oleh sistem isolated yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
 
"Jika nanti SUTT 150kV Selaru-Sebuku beroperasi juga memberikan penghematan dalam pemakaian bahan bakar karena mematikan diesel dari PLTD," ujarnya.
 
Josua yakin, jika SUTT tersebut beroperasi, maka pembangunan daerah sekitar akan meningkat karena didukung sistem kelistrikan yang lebih andal, dampaknya berimbas pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
 
"Kami percaya dengan dukungan masyarakat dan stakeholder terkait, pembangunan SUTT ini dapat selesai tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan para pelaku industri yang ingin mengembangkan industrinya di Kotabaru," ujarnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif