Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebutkan perusahaan pelat merah tersebut harus merogoh USD6 miliar untuk menjaga ketahanan stok nasional selama 21 hari.
Adapun ketahanan stok nasional tersebut meliputi stok produk Avtur, Biosolar, Dexlite, Fame, Ido, Kero, MFO 180, MFO 380, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Premium, hingga solar.
"Untuk menjaga stok 21 hari ini Pertamina harus menaruh 21 hari itu senilai USD6 miliar," kata Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR-RI, Selasa, 29 Maret 2022.
Dengan pengeluaran sebesar itu, Nicke pun mengakui mengganggu keuangan perseroan. "Jadi ini cukup besar bagi cashflow kita untuk menjaga ketahanan suplai," ungkapnya.
Berdasarkan bahan presentasi perseroan per 27 Maret 2022, Pertamina berhasil mempertahankan stok Avtur selama 39,14 hari, Dexlite selama 1,65 hari, Fame selama 9,72 hari, Kero selama 54,54 hari, dan MFO 18 selama 42,83 hari.
Selanjutnya untuk Pertalite saat ini ketahanan stoknya tercatat di 15,71 hari, Pertamax selama 25,99 hari, Pertamax Turbo selama 56,63 hari, Pertamina Dex selama 23,41 hari, Premium selama 26,31 hari, dan solar selama 23,27 hari.
"Ketahanan suplai ini, termasuk stok di TBBM (Terminal BBM), stok di kilang, dan juga stok yang intransit yang dalam kapal dalam pengiriman," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News