Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Panca Syurkani

Hari Kartini: Sri Mulyani dan Langit-langit yang Membatasi Perempuan

Ekonomi Tenaga Kerja Hari Kartini hak perempuan Sri Mulyani Perempuan kesetaraan gender
Antara • 21 April 2022 16:51
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyoroti stigma perempuan di dunia kerja yang kerap kali menciptakan ketidaksetaraan. Stigma tersebut membuat banyak perempuan menjadi merasa tidak mampu dan tidak boleh bekerja di bidang tertentu.
 
"Batasan-batasan itu sebetulnya adalah sesuatu yang sangat artifisial yang dibuat lebih karena kebiasaan, inilah yang disebut level playing field yang tidak sama yang kemudian menyebabkan banyak generasi perempuan merasa tidak mampu, tidak bisa, tidak boleh untuk bekerja di bidang tertentu," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam Bincang Kartini Masa Kini yang dilaksanakan secara daring, Kamis, 21 April 2022.
 
Menurutnya, persepsi terhadap sebuah pekerjaan atau aktivitas yang tidak mampu dilakukan perempuan merupakan fenomena yang terjadi di seluruh dunia. Bahkan, seorang perempuan yang akhirnya mampu bekerja di bidang tertentu, tetap mendapatkan stigma lain seperti dianggap tidak pantas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perempuan harus melakukan perjuangan karena persepsi norma sosial budaya bahkan interpretasi agama memberikan kendala sekaligus memberikan batasan mengenai apa yang dianggap bisa atau tidak boleh bagi perempuan," terang dia.
 
Karena itu, pada peringatan Hari Kartini, Menkeu meminta seluruh perempuan untuk mendobrak langit-langit yang selama ini membatasi ruang gerak perempuan dalam bekerja dan berkarya. Para perempuan diminta tidak mudah menyerah atau takut terhadap persepsi palsu yang masih terus bergulir tersebut.
 
"Kalau Anda bisa melakukan satu pekerjaan yang biasanya tidak pernah perempuan melakukan sebelumnya dan ternyata Anda bisa kontribusi, Anda akan disebut memecah dan menghancurkan apa yang disebut glass ceiling atau langit-langit yang membatasi perempuan," tuturnya.
 
Meski demikian, para perempuan yang memiliki cita-cita dan ambisi yang tinggi diharapkan meningkatkan kapasitas, kompetensi, ilmu, karakter, dan sikap yang tidak hanya sekedar meniru penampilan Kartini. Namun, melihat dan mendapatkan inspirasi untuk berkembang di dalam karier maupun keluarga.
 
"Kalau perempuan mendapatkan kesempatan pendidikan mendapatkan kesempatan untuk berkembang di dalam keahliannya dalam karirnya akan memberikan nilai tambah baik di bidang sosial ekonomi politik dan tentu saja di keluarganya," ucap Menkeu.

 
Berdasarkan sebuah studi, jika perempuan-perempuan di dunia diberikan kesempatan dan kontribusi yang sama, dunia akan mendapatkan nilai tambah manfaat hingga mencapai USD28 triliun. Jumlah tersebut hampir lebih dari 20 kali GDP Indonesia atau 26 persen ekonomi dunia akan jauh lebih besar.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif